Bonek Dibuat Terdiam, Persebaya Gagal Menang Meski Sempat Unggul 2-0 atas PSIS
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persebaya Surabaya kembali mendapat pekerjaan rumah besar menjelang bergulirnya Liga 1 musim 2026/2027. Meski sempat unggul dua gol, Bajol Ijo gagal mengamankan kemenangan dan harus puas bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang dalam laga 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7).
Hasil tersebut menjadi sorotan karena Persebaya tampil dominan sejak awal pertandingan. Green Force mampu mengendalikan permainan dan berhasil membuka keunggulan pada babak pertama sebelum Yann Mabella menggandakan skor menjadi 2-0 pada menit ke-52.
Gol kedua berawal dari kesalahan lini belakang PSIS yang berhasil dimanfaatkan penyerang asal Prancis tersebut. Dengan tenang, Mabella menaklukkan kiper Rizky Darmawan dan membuat ribuan Bonek yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo bersorak.
Persebaya sebenarnya memiliki peluang memperbesar keunggulan. Miguel Pereira nyaris mencetak gol setelah berhasil melewati penjaga gawang lawan. Namun, upayanya digagalkan sapuan bek PSIS tepat di garis gawang. Sebelumnya, Miguel juga mengirim umpan matang kepada Ramadhan Sananta, tetapi peluang emas itu gagal dikonversi menjadi gol.
Kegagalan memanfaatkan sejumlah peluang justru menjadi titik balik pertandingan. PSIS Semarang perlahan bangkit dan mampu mengejar ketertinggalan melalui dua gol Lorensius Sabda pada babak kedua.
Gol pertama tercipta memanfaatkan kemelut di depan gawang Persebaya, sedangkan gol kedua lahir melalui serangan balik cepat yang memperlihatkan rapuhnya koordinasi lini pertahanan Bajol Ijo. Skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga laga berakhir.
Menjelang peluit panjang, Persebaya masih memiliki kesempatan meraih kemenangan setelah Francisco Rivera dilanggar di depan kotak penalti. Namun, tendangan bebas Risto Mitrevski berhasil diamankan kiper PSIS sehingga peluang meraih kemenangan di laga perayaan ulang tahun klub pun sirna.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengakui timnya masih memiliki banyak kekurangan, terutama dalam menjaga konsentrasi setelah unggul.
"Kami memperlihatkan banyak hal positif, terutama dalam membangun serangan dan menciptakan peluang. Namun, kami harus belajar menjaga konsentrasi selama 90 menit. Saat sudah unggul 2-0, pertandingan seharusnya bisa dikontrol dengan lebih baik," ujar Bernardo.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan pertandingan pramusim memang menjadi sarana evaluasi sebelum kompetisi resmi dimulai. Menurutnya, hasil bukan menjadi tujuan utama, melainkan melihat aspek permainan yang masih perlu dibenahi.
"Hasil tentu penting, tetapi yang lebih penting adalah kami mengetahui apa yang harus diperbaiki. Masih ada waktu untuk meningkatkan organisasi permainan, transisi bertahan, dan penyelesaian akhir sebelum musim dimulai," katanya.
Hasil imbang ini menjadi sinyal serius bagi Persebaya. Ketidakmampuan mempertahankan keunggulan dua gol di hadapan pendukung sendiri memperlihatkan bahwa sektor pertahanan masih menjadi kelemahan utama yang harus segera dibenahi Bernardo Tavares apabila Green Force ingin bersaing di papan atas Liga 1 musim 2026/2027.
Editor : Arif Ardliyanto