get app
inews
Aa Text
Read Next : Surabaya Junior Football Cup 2026 Diharapkan Lahirkan Generasi Baru Sepak Bola Nasional

Ekspor Produk Halal Jatim Masih Belum Optimal

Selasa, 28 Juli 2026 | 08:38 WIB
header img
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak saat Rapat Koordinasi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jatim. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Jawa Timur (Jatim) berhasil menyabet sederet gelar di ajang Adinata Syariah 2026. Yakni, peringkat pertama untuk kategori Zona Kuliner Halal, Aman, Sehat (KHAS) hingga Inovasi Ekonomi Syariah. Sayangnya, kontribusi ekspor produk halal Jatim masih jauh dari kata ideal. 

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak dalam Rapat Koordinasi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jatim, Senin (27/7/2026).  

​Ia mengakui, capaian nilai ekspor sektor pangan lokal masih kalah jauh jika dibandingkan dengan daerah lain yang mengandalkan komoditas sumber daya alam mentah.  

"Kita memang meraih peringkat yang relatif tinggi di banyak kategori. Cuma untuk ekspor halal, kita tidak bisa lihat satu-satu. Misalnya, ada daerah yang menang karena justru ekspor sawitnya bisa lebih dari USD20 miliar. Sedangkan kalau kita ekspor pangan, angkanya ada di USD2,5 miliar, walaupun total ekspor kita bisa lebih dari USD30 miliar ," jelas Emil. 

Menurut Emil, struktur ekspor Jatim masih didominasi produk industri, manufaktur, dan mesin yang tidak masuk kategori produk halal. Karena itu, pihaknya akan memperkuat sektor halal lain seperti sektor pangan. 

Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengembangan program Kampung Sembelihan Halal untuk memperkuat rantai pasok produk unggas halal. Tak hanya itu, sektor pariwisata halal juga akan ditingkatkan. “Kita fokus pada apa yang bisa menarik wisatawan muslim mancanegara. Artinya bagaimana seorang wisatawan muslim bisa dengan tenang berwisata di sini,” jelasnya.

Tak hanya pariwisata halal, Emil juga mendiskusikan terkait tingkat pengumpulan zakat di Jatim. Tekankan pentingnya konsolidasi data, dirinya menjelaskan perlunya melihat potensi peningkatan ekosistem yang memfasilitasi zakat.

"Saya juga mewanti-wanti bahwa kehadiran negara dalam zakat ini tentu harus pada kadar yang pas. Karena zakat ini adalah keterpanggilan pribadi nurani umat Islam. Mudah-mudahan setelah rapat ini kita bisa menginventarisasi langkah-langkah perbaikan yang urgent dan melibatkan peran dari seluruh dinas, karena ini bukan hanya tugas satu dinas saja," tuturnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut