Muktamar NU di Jombang Dibayangi Fenomena Bediding, Dokter Ingatkan Ancaman ISPA saat Suhu Dingin
JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Fenomena bediding yang membuat suhu udara terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari diperkirakan masih akan berlangsung hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang pada 27–31 Agustus 2026. Kondisi cuaca tersebut membuat peserta muktamar diimbau lebih waspada terhadap penurunan daya tahan tubuh dan meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan.
Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, mengatakan suhu udara diprediksi semakin dingin memasuki Agustus seiring meningkatnya kecepatan angin selama musim kemarau. Karena itu, panitia diminta menyesuaikan fasilitas penginapan agar tetap nyaman bagi ribuan muktamirin yang datang dari berbagai daerah.
"Mungkin AC atau pendingin ruangan penginapan muktamirin diatur sedemikian rupa. Tapi sepertinya panitia sudah tahu, karena juga ada tim medis yang disiapkan oleh panitia," ujar dr. Puji saat ditemui di RSUD Jombang, Selasa (28/7/2026).
Fenomena bediding sendiri merupakan kondisi atmosfer yang lazim terjadi setiap musim kemarau, khususnya pada periode Juni hingga September. Cuaca dingin ini bukan disebabkan langsung oleh perubahan iklim, melainkan bagian dari siklus iklim musiman yang terjadi hampir setiap tahun.
Meski tergolong normal, perubahan suhu yang cukup ekstrem dapat berdampak pada kondisi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan. Karena itu, dr. Puji mengimbau peserta Muktamar NU dan masyarakat Jombang untuk menjaga kebugaran tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat.
Ia menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, serta memastikan waktu istirahat tetap cukup agar daya tahan tubuh tidak menurun selama cuaca dingin berlangsung.
Editor : Arif Ardliyanto