Kronologi Intelijen Bongkar Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri ke Afrika, Analisis Kontainer Mencurigakan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Operasi intelijen yang dilakukan Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I bersama Bea Cukai Tanjung Perak dan Polri berhasil menggagalkan upaya ekspor ilegal sekitar 3,4 ton merkuri cair dengan nilai mencapai Rp17,5 miliar. Barang berbahaya tersebut rencananya dikirim ke Burkina Faso, Afrika Barat, dengan modus disamarkan sebagai muatan keramik.
Keberhasilan pengungkapan ini menjadi bukti efektivitas kerja intelijen kepabeanan dalam mengidentifikasi pergerakan barang berisiko tinggi sebelum berhasil keluar dari wilayah Indonesia.
Kronologi Pengungkapan Berawal dari Analisis Intelijen
Kasus ini bermula dari hasil analisis intelijen dan pemetaan risiko terhadap sebuah kontainer ekspor berukuran 20 feet yang dicurigai memiliki indikasi pelanggaran. Kontainer tersebut tercatat membawa muatan keramik dan akan diberangkatkan melalui PT Terminal Petikemas Surabaya pada Jumat (24/7/2026).
Informasi intelijen kemudian ditindaklanjuti Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I bersama Tim P2 Bea Cukai Tanjung Perak dengan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.
Saat pemeriksaan yang disaksikan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) selaku kuasa eksportir, petugas menemukan kejanggalan antara dokumen ekspor dan isi kontainer.
Dokumen menyebutkan kontainer berisi 900 karton keramik dengan berat 11.000 kilogram. Namun setelah dibongkar, petugas hanya menemukan 826 karton keramik. Di sela-sela palet keramik justru ditemukan 251 botol plastik dan 71 jeriken berisi cairan berwarna perak yang disembunyikan menggunakan lapisan aluminium foil.
Editor: Arif Ardliyanto