12 Pramuka Berkebutuhan Khusus Tampil di Jambore Nasional 2026, Ini Janji Dindik Jatim pada PBK
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sebanyak 12 Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) asal Jawa Timur siap membawa semangat inklusivitas pada Jambore Nasional 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Bogor, 11–21 Agustus mendatang. Keberangkatan mereka mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur yang memastikan seluruh kebutuhan peserta terpenuhi sekaligus memperkuat sistem pembinaan kepramukaan bagi anak berkebutuhan khusus.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dindik Jawa Timur, Aries Agung Paewai, saat menerima kontingen PBK di Kantor Dindik Jatim, Surabaya, Rabu (5/8/2026). Menurutnya, Jambore Nasional bukan sekadar kegiatan berkemah, melainkan ruang bagi peserta untuk mengembangkan karakter, membangun kemandirian, memperluas pergaulan, dan menumbuhkan rasa percaya diri.
"Jambore Nasional menjadi kesempatan untuk mengenal lebih banyak teman dan membangun jejaring. Pengalaman di Pramuka akan membangun kemandirian dan disiplin. Saya yakin kalian mengikuti Pramuka dari hati," ujar Aries.
Ia menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, agar dapat mengikuti kegiatan kepramukaan tanpa hambatan. Selama ini, sebagian besar kebutuhan peserta masih dipenuhi secara mandiri sehingga kehadiran pemerintah dinilai penting untuk memberikan dukungan nyata.
"Kami berharap mereka memiliki bekal yang cukup, baik secara mental, fisik, maupun materi selama mengikuti Jambore Nasional," katanya.
Tak berhenti pada dukungan keberangkatan, Dindik Jatim juga menyiapkan langkah pembenahan pembinaan Pramuka Berkebutuhan Khusus. Aries mengaku telah menerima berbagai masukan dari para pembina terkait kendala birokrasi dan koordinasi yang selama ini dihadapi.
Menurutnya, persoalan tersebut akan dibahas bersama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur agar pembinaan semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pemetaan kebutuhan pembina Pramuka khusus serta penguatan program sertifikasi melalui Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para pembina dalam mendampingi peserta sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing.
"Pembinaan Pramuka bagi anak berkebutuhan khusus tidak bisa disamakan dengan sekolah umum. Ada metode khusus yang harus digunakan sesuai karakteristik masing-masing peserta didik," tegas Aries.
Sementara itu, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Basuki Babus Salam, memastikan seluruh kontingen Jawa Timur telah siap mengikuti Jambore Nasional 2026. Sebanyak 1.543 peserta telah melalui proses seleksi dan pembinaan selama kurang lebih enam bulan sebelum diberangkatkan.
Kontingen Jawa Timur dijadwalkan dilepas oleh Gubernur Jawa Timur pada 6 Agustus 2026 sebelum bertolak menuju Jakarta. Basuki menilai keikutsertaan 12 Pramuka Berkebutuhan Khusus menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka terus membuka ruang yang setara bagi seluruh anggotanya untuk berkembang, berprestasi, dan menunjukkan kemampuan di tingkat nasional.
Partisipasi mereka diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur, tetapi juga memperkuat pesan bahwa pendidikan dan kegiatan kepramukaan harus mampu mengakomodasi semua anak tanpa terkecuali.
Editor : Arif Ardliyanto