get app
inews
Aa Text
Read Next : Direktur Bank Jatim Resmi Pimpin Alumni UWP, Siap Cetak Pengusaha yang Bikin UMKM Naik Kelas

Rahasia Pengusaha Surabaya Bangun 4 Gerai Minuman dalam 3 Tahun, Kuncinya Ternyata Bukan Modal Besar

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:55 WIB
header img
Pengusaha Surabaya sukses mengembangkan empat gerai minuman dalam tiga tahun. Strategi memilih waralaba dengan harga terjangkau dan sistem operasional yang matang menjadi kunci pertumbuhan bisnis. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Bisnis minuman siap saji di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Di tengah persaingan yang semakin ketat, produk dengan harga terjangkau masih menjadi pilihan utama masyarakat. Kondisi ini juga menjadi pertimbangan penting bagi para pelaku usaha saat memilih merek waralaba yang dinilai memiliki peluang berkembang dalam jangka panjang.

Salah satunya adalah Soffie, pengusaha asal Surabaya yang sebelumnya lebih dulu berkecimpung di bisnis roti dan kue. Meski belum memiliki pengalaman di industri minuman, ia melihat peluang besar dari tingginya minat masyarakat terhadap minuman siap saji.

Sebelum memutuskan bermitra dengan Mixue, Soffie mengaku mempelajari berbagai merek yang sudah lebih dulu hadir di pasar. Menurutnya, keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kesesuaian harga dengan daya beli konsumen.

"Konsumen kita memperhatikan kualitas, tetapi juga peka terhadap harga. Jadi yang saya nilai bukan hanya produknya enak atau tidak, melainkan apakah harga, jenis menu, dan sasaran pembelinya nyambung satu sama lain," ujar Soffie.

Pertimbangan tersebut membuatnya memilih bisnis yang menyasar segmen pasar massal. Strategi ini dinilai mampu menghadirkan volume penjualan yang lebih stabil karena produk dapat dijangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar, karyawan hingga keluarga.

Selain itu, gerai tidak harus berada di pusat perbelanjaan besar. Lokasi di kawasan permukiman maupun dekat sekolah dinilai tetap memiliki potensi pasar yang tinggi dengan biaya operasional yang lebih efisien.

Keputusan tersebut terbukti membuahkan hasil. Gerai pertamanya disebut mampu mencapai titik impas atau break even point (BEP) dalam waktu sekitar 10 bulan. Hampir tiga tahun kemudian, Soffie telah mengelola empat gerai dengan dukungan 14 karyawan.

"Yang bertambah bukan cuma jumlah gerai, tetapi kemampuan mengaturnya. Saya menambah gerai sesuai kemampuan mengelola," katanya.

Menurut Soffie, dukungan dari perusahaan juga menjadi salah satu faktor yang membantu proses pengembangan usaha. Mulai dari analisis lokasi sebelum gerai dibuka hingga pendampingan promosi langsung di lapangan.

Tim perusahaan bahkan turun langsung memperkenalkan produk kepada masyarakat melalui berbagai aktivitas promosi di depan gerai. Pengalaman tersebut kemudian diterapkan secara mandiri untuk meningkatkan kunjungan pelanggan.

Di sisi lain, Soffie juga memanfaatkan kedekatan gerainya dengan sejumlah sekolah untuk menjalin kerja sama penyediaan pesanan dalam jumlah besar. Strategi tersebut dinilai efektif karena sesuai dengan karakter pasar yang membutuhkan produk berkualitas dengan harga terjangkau.

Penanggung Jawab Pengembangan Kemitraan (Franchise) Mixue Indonesia, Selly, mengatakan perusahaan terus memperkuat sistem distribusi agar seluruh gerai di Indonesia mendapatkan pasokan bahan baku dengan kualitas yang seragam.

"Seiring bertambahnya jumlah gerai, kemampuan rantai pasok menjadi faktor yang sangat penting bagi perkembangan jangka panjang perusahaan. Kami telah membangun sistem pergudangan dan distribusi yang semakin matang di Indonesia untuk mendukung operasional gerai di berbagai wilayah," ujar Selly.

Ia menambahkan, keberadaan dua pusat distribusi di Jakarta dan Surabaya memungkinkan harga produk tetap kompetitif di berbagai daerah.

"Bagi konsumen, kami akan terus menghadirkan produk berkualitas dengan harga yang terjangkau. Itu komitmen yang kami pegang sejak awal beroperasi di Indonesia," katanya.

Selain menjaga konsistensi harga, variasi menu yang terus diperbarui juga menjadi daya tarik tersendiri. Pilihan produk yang beragam membuat pelanggan memiliki lebih banyak alternatif, sekaligus membantu mitra usaha menjaga kestabilan penjualan ketika tren atau musim berubah.

Saat ini, Mixue mengoperasikan hampir 200 gerai di Surabaya. Bagi pelaku usaha, pengalaman Soffie menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak selalu ditentukan oleh ekspansi besar-besaran. Konsistensi dalam menjaga kualitas layanan, memilih lokasi yang tepat, serta memahami karakter pasar menjadi fondasi utama untuk membangun usaha yang berkelanjutan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut