Sistem Navigasi Pesawat Bisa Diretas, Aldipropen Bergerak Cetak Ahli Keamanan Siber
JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Transformasi digital yang semakin masif di industri penerbangan membuka peluang besar bagi peningkatan layanan. Namun di balik kemajuan tersebut, muncul ancaman baru yang tidak bisa dianggap remeh, yakni serangan siber yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Risiko seperti peretasan sistem navigasi, pencurian data, hingga penyebaran informasi palsu dapat menghambat operasional bandara dan maskapai apabila tidak diantisipasi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni.
Sebagai langkah nyata menghadapi tantangan tersebut, Asosiasi Lembaga Diklat Profesi Penerbangan (Aldipropen) menggelar Training Aviation Cybersecurity bertema "Membangun Ketahanan Siber, Menjaga Keamanan Penerbangan" di Jakarta pada 6–7 Agustus 2026. Program ini menjadi pelatihan khusus pertama yang diselenggarakan Aldipropen untuk meningkatkan kompetensi keamanan siber bagi insan penerbangan Indonesia.
Ketua Umum Aldipropen, Nofian Supriyono, S.Ak., M.M., menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital di sektor aviasi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan personel dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
"Aldipropen hadir sebagai jembatan bagi lembaga diklat profesi, instruktur keamanan penerbangan, pelaku industri penerbangan, dunia pendidikan, hingga sektor bisnis aviasi. Karena itu, peningkatan kompetensi di bidang keamanan siber menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda," ujarnya.
Pelatihan dibuka Direktorat Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan yang diwakili Kasubdit PPNS Dodi Dharma Cahyadi. Turut hadir jajaran Dewan Pembina dan Penasehat Aldipropen, yakni Elfi Amir, Dwi Afriyanto CH, dan Agoes Soebagijo.
Editor : Arif Ardliyanto