get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran Hutan Landa Banyuwangi, 2 Hektare Kawasan Perhutani Hangus Dilalap Api

Sampit Diselimuti Kabut Asap, 204 Titik Panas Muncul dalam 24 Jam, Jarak Pandang Cuma 300 Meter

Senin, 10 Agustus 2026 | 09:25 WIB
header img
Kabut asap Karhutla mengepung Sampit, Kotawaringin Timur. BMKG mencatat 204 titik panas, jarak pandang turun 300-400 meter, Pelindo bagikan ratusan masker. Foto iNewsSurabaya.id/ist

KOTAWARINGIN TIMUR, iNewsSurabaya.id – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai mengganggu aktivitas warga di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Di Kota Sampit, jarak pandang pada pagi hari bahkan dilaporkan hanya berkisar 300 hingga 400 meter.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kualitas udara ikut memburuk. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur, sebanyak 204 titik panas atau hotspot terdeteksi dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut membuat konsentrasi polutan PM2.5 meningkat. Indeks Kualitas Udara (AQI) di Sampit berada dalam kategori tidak sehat, sehingga masyarakat, khususnya mereka yang beraktivitas di luar ruangan, perlu meningkatkan kewaspadaan.


Kabut asap Karhutla mengepung Sampit, Kotawaringin Timur. BMKG mencatat 204 titik panas, jarak pandang turun 300-400 meter, Pelindo bagikan ratusan masker. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Dampak kondisi ini turut dirasakan di kawasan operasional pelabuhan. Mengantisipasi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang mengambil langkah cepat dengan membagikan ratusan masker kepada pekerja operasional, pengguna jasa, hingga masyarakat yang berada di sekitar kawasan pelabuhan.

Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, meminta jajarannya tidak menunggu kondisi memburuk sebelum melakukan perlindungan terhadap pekerja dan masyarakat.

"Kondisi udara dalam beberapa hari terakhir menuntut kita untuk bergerak cepat. Keselamatan dan kesehatan pekerja, serta masyarakat di ring satu pelabuhan, adalah hal yang tidak bisa ditunda. Distribusi masker ini adalah langkah perlindungan pertama yang langsung kami eksekusi agar risiko gangguan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dapat ditekan," tegas Fajar.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut