get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran Hutan Landa Banyuwangi, 2 Hektare Kawasan Perhutani Hangus Dilalap Api

Sampit Diselimuti Kabut Asap, 204 Titik Panas Muncul dalam 24 Jam, Jarak Pandang Cuma 300 Meter

Senin, 10 Agustus 2026 | 09:25 WIB
header img
Kabut asap Karhutla mengepung Sampit, Kotawaringin Timur. BMKG mencatat 204 titik panas, jarak pandang turun 300-400 meter, Pelindo bagikan ratusan masker. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Di tengah kepungan kabut asap, kegiatan operasional pelabuhan tetap berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran rantai logistik dan distribusi barang.

Namun, kondisi lingkungan membuat penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diperketat. Personel yang bekerja di area terbuka diwajibkan menggunakan masker pelindung selama menjalankan aktivitas.

Penggunaan masker tidak hanya ditujukan untuk mengurangi paparan partikulat akibat kabut asap, tetapi juga menjadi bagian dari langkah pencegahan terhadap gangguan kesehatan yang berpotensi muncul akibat buruknya kualitas udara.

Ancaman kabut asap ternyata tidak hanya menyangkut kesehatan manusia. Jarak pandang yang menurun juga menjadi persoalan tersendiri bagi keselamatan pelayaran.

Pelindo turut meningkatkan kewaspadaan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit menerbitkan Maklumat Pelayaran atau Notice to Mariners terkait kondisi tersebut.

Seluruh nakhoda dan mitra pengguna jasa laut diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan olah gerak kapal, khususnya di sejumlah alur perairan yang terdampak, mulai dari Alur Sungai Mentaya, Katingan, hingga Sebangau.

Fajar menegaskan, keselamatan pekerja dan pengguna jasa menjadi perhatian utama di tengah situasi kabut asap yang belum sepenuhnya mereda.

“Operasional pelabuhan dan keselamatan maritim harus berjalan beriringan dengan kesehatan manusia. Kabut asap boleh membatasi jarak pandang, namun kepedulian dan kewaspadaan kita tidak boleh berkurang. Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi berwenang untuk memastikan semuanya terkendali,” tutup Fajar.

Dengan kondisi udara yang berada pada kategori tidak sehat dan jumlah titik panas yang terus menjadi perhatian, kewaspadaan di kawasan Sampit kini tidak hanya diperlukan oleh masyarakat, tetapi juga para pekerja serta pelaku aktivitas transportasi laut.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut