Emak-Emak Sidoarjo Adu Racikan Teh Kumis Kucing, Bahan Herbal dari Pekarangan Jadi Sajian Unik
Menurutnya, pengenalan tanaman herbal perlu dilakukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui jenis tanamannya, tetapi juga memahami cara menanam dan mengolahnya secara tepat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal tanaman herbal yang tumbuh di lingkungan sekitar. Pemanfaatannya pun diharapkan dilakukan secara bijak dan tidak mengabaikan informasi kesehatan dari sumber yang tepat.
Salah satu peserta, Ibu Indra, yang juga merupakan ketua RT, mengaku baru pertama kali mengikuti lomba meracik minuman herbal.
Ia mencoba memberikan sentuhan berbeda pada teh kumis kucing buatannya dengan menambahkan jahe dan kayu manis. Kedua bahan tersebut dipilih untuk memperkuat aroma sekaligus memberikan rasa yang lebih sesuai dengan seleranya.
"Ini baru pertama kali membuat dan mengikuti lomba seperti ini. Saya menambahkan jahe dan kayu manis supaya aromanya lebih harum dan rasanya lebih enak," kata Ibu Indra.
Ia mengatakan, teh hasil racikannya biasa dikonsumsi pada pagi dan sore hari. Menurutnya, keberadaan tanaman herbal sudah cukup dekat dengan kehidupan masyarakat karena sebagian pengetahuan mengenai pemanfaatannya diwariskan secara turun-temurun.
Meski demikian, berbagai anggapan mengenai manfaat teh kumis kucing maupun bahan herbal lain dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengetahuan atau kebiasaan tradisional masyarakat. Konsumsi ramuan herbal tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, pengobatan, atau anjuran dari tenaga medis.
Ketua IJTI Korda Sidoarjo, Pramono Putra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mengenalkan teh herbal kumis kucing kepada masyarakat melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan warga.
"Selain untuk memeriahkan Semarak HUT RI ke-81, kegiatan ini juga untuk mengajak dan mengenalkan teh herbal kumis kucing yang selama ini dikenal masyarakat," ujar Pramono.
Bagi warga Dusun Girang, lomba tersebut akhirnya bukan sekadar persoalan siapa yang menghasilkan racikan teh paling enak. Kegiatan itu menjadi ruang untuk berkumpul sekaligus membuka kembali ingatan masyarakat terhadap tanaman herbal yang ada di sekitar mereka.
Penyelenggara berharap pengenalan tersebut dapat membuat pengetahuan tentang tanaman herbal lokal tetap hidup dan tidak hilang di tengah perubahan kebiasaan masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto