Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sukses Tekan Bansos Salah Sasaran, Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya Hampir 100 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Sempat Ada Kerusuhan di Surabaya, Puluhan Pelajar Kini Dibentuk Jadi Kader Anti Kenakalan Remaja

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:22 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Sempat Ada Kerusuhan di Surabaya, Puluhan Pelajar Kini Dibentuk Jadi Kader Anti Kenakalan Remaja
Puluhan pelajar SMA di Surabaya dibentuk menjadi kader anti kenakalan remaja. Mereka diajak menjadi penggerak, melawan narasi negatif, dan bijak bermedia sosial. Foto iNewsSurabaya.id/fahrezi

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya mencegah kenakalan remaja di Kota Surabaya mulai diperkuat dengan melibatkan anak muda secara langsung. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membentuk kader anti kenakalan remaja yang diharapkan menjadi penggerak sekaligus teladan di lingkungan pergaulan masing-masing.

Antusiasme terlihat saat puluhan pelajar dari berbagai SMA di Surabaya mengikuti kegiatan pembentukan kader anti kenakalan remaja di Convention Hall Siola, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudporapar) Kota Surabaya tersebut tidak hanya membahas bentuk-bentuk kenakalan remaja. Para peserta juga diajak memahami bagaimana generasi muda dapat mengambil peran dalam menghadapi persoalan sosial di tengah derasnya arus informasi digital.


Puluhan pelajar SMA di Surabaya dibentuk menjadi kader anti kenakalan remaja. Mereka diajak menjadi penggerak, melawan narasi negatif, dan bijak bermedia sosial. Foto iNewsSurabaya.id/fahrezi

Salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Pimpinan Redaksi iNews Surabaya, Arif Ardliyanto. Ia memberikan pandangan kepada para pelajar mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menyikapi persoalan sosial sekaligus menghadapi perkembangan informasi di era digital.

Dalam materi bertajuk “Berani Berprestasi, Berani Menjaga Lingkungan: Menjadi Kader Anti Kenakalan Remaja Masa Kini”, Arif menegaskan bahwa kader anti kenakalan remaja tidak cukup hanya memiliki status. Peran tersebut harus terlihat melalui tindakan nyata.

“Kader bukan hanya omongan, tetapi harus diwujudkan menjadi sebuah perilaku,” kata Arif.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut