get app
inews
Aa Text
Read Next : Kandidat Ketua Umum PBNU Saling Serang, Kiai Jombang Ingatkan Hal yang Tak Boleh Hilang di NU

Di Hadapan Prabowo, Gus Yahya Tegaskan Peran Besar NU Bukan Sekadar Organisasi Keagamaan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:52 WIB
header img
Gus Yahya menegaskan peran strategis NU di Muktamar ke-35 Jombang. NU diminta memperkuat ta’awun dan kerja sama dengan pemerintah demi masyarakat. Foto iNewsSurabaya.id/zainul

JOMBANG, iNewsSurabaya.id — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) bagi Indonesia tidak cukup hanya diwujudkan melalui hubungan kerja sama dengan pemerintah.

Menurut Gus Yahya, NU memiliki tanggung jawab yang jauh lebih luas, yakni ikut memperkuat kehidupan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan negara-bangsa melalui semangat ta’awun atau saling membantu.

Pesan tersebut disampaikan Gus Yahya ketika memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Kamis (27/8/2026).

Sambutan itu disampaikan di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet, para ulama, serta ribuan delegasi NU dari berbagai daerah.

Dalam pidatonya, Gus Yahya mengingatkan kembali prinsip ta’awun yang sejak awal menjadi bagian penting dari pemikiran para pendiri NU.

Ia merujuk pada pemikiran KH Hasyim Asy’ari dalam Qanun Asasi NU, yang menempatkan semangat tolong-menolong sebagai salah satu fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat.

Gus Yahya menjelaskan, masyarakat yang dibangun dengan prinsip tersebut tidak seharusnya sibuk mempertanyakan siapa yang memiliki kekuasaan lebih besar atau siapa yang berada di posisi paling tinggi.

Sebaliknya, setiap unsur masyarakat harus memiliki kesadaran untuk saling bekerja sama demi tujuan yang lebih besar.

“Semua orang berpikir tentang kerja sama, tolong-menolong untuk kepentingan bersama, untuk kekuatan bersama, untuk kemuliaan bersama,” kata Gus Yahya.

Karena itu, ia berharap Muktamar ke-35 NU tidak hanya menghasilkan pergantian kepemimpinan ataupun keputusan organisasi.

Forum tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat ta’awun sebagai kekuatan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Ta’awun NU Harus Menjangkau Seluruh Elemen Bangsa

Gus Yahya menegaskan bahwa semangat saling membantu tidak boleh berhenti di lingkungan internal warga Nahdlatul Ulama.

Prinsip tersebut, menurut dia, harus dikembangkan menjadi gerakan sosial yang dapat melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Bukan hanya warga Nahdlatul Ulama saja,” ujarnya.

Ia menyebut keberadaan ribuan delegasi dari berbagai daerah dalam Muktamar ke-35 menjadi gambaran besarnya kekuatan sosial yang dimiliki NU.

Besarnya jumlah warga NU sekaligus menjadi amanah yang tidak ringan bagi organisasi.

“Warga Nahdlatul Ulama di Indonesia ini jumlahnya kira-kira 57 persen dari seluruh penduduk muslim di Indonesia,” kata Gus Yahya.

Dengan jumlah penduduk muslim Indonesia yang disebut mencapai sekitar 244 juta jiwa, Gus Yahya memperkirakan jumlah warga NU berada di atas 120 juta orang.

“Ini adalah konstituensi yang sangat besar dan sekaligus tanggung jawab yang luar biasa besar,” ujarnya.

NU Diminta Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintah

Besarnya tanggung jawab tersebut membuat NU, kata Gus Yahya, tidak dapat berjalan sendiri jika ingin memberikan manfaat yang lebih nyata kepada masyarakat.

Karena itu, PBNU memandang kerja sama dengan pemerintah sebagai bagian penting dari upaya memperluas manfaat organisasi.

NU diharapkan tidak hanya menjadi mitra pemerintah secara kelembagaan, tetapi juga mampu menjadi penghubung antara berbagai kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.

“Tidak ada jalan lain bahwa organisasi ini harus bekerja sama dengan pemerintah,” tegas Gus Yahya.

Kerja sama tersebut, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui koordinasi berbagai program dan ikhtiar NU dengan agenda pemerintah.

Dengan pola tersebut, NU diharapkan dapat ikut memastikan program yang dirancang pemerintah benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat.

Kapasitas Kader NU Jadi Sorotan

Gus Yahya juga menyoroti pentingnya meningkatkan kemampuan para pengurus dan kader NU.

Menurutnya, pengurus NU di berbagai tingkatan perlu memiliki kapasitas yang memadai agar mampu menjadi penghubung yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.

“Bagaimana ke depan para pengurus NU dapat dikembangkan kinerjanya, dikembangkan kapasitasnya, sehingga akan menjadi penghantar yang lebih efektif dalam membantu membawakan manfaat dari program-program dan agenda pemerintah untuk rakyat kepada rakyat,” tuturnya.

Ia berharap pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang menjadi awal dari penguatan peran tersebut.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Gus Yahya juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan Muktamar ke-35 membawa keberkahan bagi NU, pemerintah, dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami berharap Bapak Presiden membuka Muktamar ini dan mudah-mudahan menjadi berkah kita semua,” pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut