Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, PCNU Jombang Ungkap Sisi yang Tak Diketahui Banyak Orang
Advertisement . Scroll to see content

Detik-Detik Penentuan Pimpinan PBNU, 9 Kiai AHWA Bakal Jadi Penentu Rais Aam dan Ketum

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Detik-Detik Penentuan Pimpinan PBNU, 9 Kiai AHWA Bakal Jadi Penentu Rais Aam dan Ketum
Muktamar NU ke-35 memasuki tahap penentuan Rais Aam dan Ketum PBNU. Simak prosesi Sidang Pleno IV-V dan peran 9 kiai AHWA. (Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar).

Dalam mekanisme yang telah disepakati, PWNU, PCNU, dan PCINU mengusulkan nama-nama kiai untuk menjadi anggota AHWA. Nama yang masuk kemudian ditabulasi berdasarkan dukungan yang diperoleh.

Sembilan Kiai Dipilih Menjadi Anggota AHWA

Tahapan berikutnya berlanjut dalam Sidang Pleno V.

Sebelum masuk ke proses pemilihan pimpinan baru, forum terlebih dahulu mengagendakan demisioner Pengurus PBNU masa khidmah 2021–2026.

Setelah itu, peserta muktamar masuk pada agenda pemilihan dan penetapan anggota AHWA.

Sembilan nama kiai dengan perolehan dukungan tertinggi akan ditetapkan sebagai anggota AHWA. Kesembilan ulama tersebut kemudian memiliki peran penting dalam proses penentuan Rais Aam PBNU.

Perubahan mekanisme ini membuat pemilihan pimpinan PBNU tidak lagi sepenuhnya ditentukan melalui pemungutan suara langsung oleh seluruh peserta muktamar.

Prof Muhammad Nuh sebelumnya menjelaskan bahwa perubahan mekanisme tersebut merupakan aspirasi yang muncul dari mayoritas pengurus wilayah dan cabang.

Menurut dia, perubahan tersebut juga diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar terhadap pertimbangan ulama dalam menentukan kepemimpinan PBNU.

AHWA Gelar Sidang Tertutup Tentukan Rais Aam

Setelah sembilan anggota AHWA ditetapkan, proses dilanjutkan dengan sidang tertutup anggota AHWA.

Forum tertutup tersebut menjadi tahapan untuk menentukan sosok Rais Aam PBNU masa khidmah 2026–2031.

Hasil sidang kemudian akan dibawa ke forum muktamar untuk mendapatkan pengesahan sebagai Rais Aam PBNU periode mendatang.

Rais Aam terpilih tidak harus berasal dari sembilan anggota AHWA. Dengan ketentuan tersebut, proses penentuan Rais Aam tetap memungkinkan adanya pertimbangan terhadap ulama lain di luar sembilan nama yang masuk AHWA.

Lima Nama Bakal Calon Ketum PBNU Masuk Tahap Penentuan

Setelah Rais Aam ditetapkan, prosesi berlanjut pada pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.

Sebelumnya, PWNU, PCNU, dan PCINU diberikan kesempatan mengusulkan nama bakal calon Ketua Umum PBNU. Setiap wilayah atau cabang dapat mengajukan maksimal lima nama.

Seluruh usulan kemudian ditabulasi untuk mendapatkan lima kandidat dengan perolehan dukungan terbanyak.

Namun, kelima nama tersebut tidak otomatis dipilih melalui voting langsung seluruh peserta muktamar.

Nama-nama kandidat akan terlebih dahulu disampaikan kepada Rais Aam terpilih untuk mendapatkan catatan, pertimbangan, dan restu.

Prof Muhammad Nuh menjelaskan tahapan tersebut dalam Sidang Pleno III.

"Setelah mendapatkan restu dari Rais 'Am terpilih, barulah nama-nama kandidat tersebut dipilih dan diputuskan bersama-sama dengan sembilan anggota AHWA." lanjutnya. 

Dengan demikian, proses pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 memiliki tahapan yang berbeda dari mekanisme pemilihan langsung.

Formatur Ditentukan Setelah Ketua Umum Terpilih

Agenda Sidang Pleno V kemudian ditutup dengan penetapan anggota formatur.

Penetapan formatur menjadi bagian dari rangkaian akhir proses pemilihan pimpinan PBNU. Formatur nantinya berkaitan dengan proses penyusunan kepengurusan PBNU untuk masa khidmah 2026–2031.

Rangkaian Sidang Pleno IV dan V tersebut menjadi fase penting Muktamar Ke-35 NU. Setelah keputusan perubahan mekanisme lahir dari Sidang Pleno III, forum kini memasuki tahapan teknis untuk menentukan siapa yang akan memegang posisi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU lima tahun mendatang.

Seperti disampaikan Prof Muhammad Nuh, seluruh proses tersebut diharapkan dapat diselesaikan dalam rangkaian Muktamar Ke-35 NU sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Insya-Allah hari Ahad besok (hari ini) semuanya sudah bisa dirampungkan, termasuk kepastian siapa Rais 'Am dan siapa Ketua Umum PBNU yang baru," ujar Muhammad Nuh.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut