Yura Yunita Bikin Ribuan Penonton Terdiam, Single Terbaru Pertiwi Dibawakan Perdana di Surabaya
Tulus Lanjutkan Kemegahan Panggung
Kemegahan panggung kemudian berlanjut ketika Tulus tampil menghibur penonton. Penyanyi sekaligus pencipta lagu itu mengajak ribuan mahasiswa bernyanyi bersama melalui sejumlah lagu populernya.

Tulus juga membawakan Teh Hijau, single terbarunya. Lagu tersebut menjadi bagian dari kembalinya Tulus dengan karya solo baru setelah sekitar empat tahun sejak merilis album Manusia pada 2022.
Antusiasme penonton semakin terasa ketika lagu-lagu yang sudah dikenal luas tersebut dinyanyikan bersama. Panggung pun berubah menjadi ruang bernyanyi bersama antara musisi dan para mahasiswa.
Namun, kemeriahan Campus Expo tidak hanya berlangsung pada malam hari.
Sejak pagi, kawasan kampus telah dipenuhi berbagai aktivitas. Pengunjung dapat melihat pameran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), menyaksikan pertunjukan kesenian tradisional Jaranan Buto, hingga menikmati rangkaian hiburan musik yang berlangsung hingga malam.
Yang menarik, seluruh rangkaian Campus Expo tersebut dipersiapkan dan dijalankan secara mandiri. Kegiatan tidak melibatkan event organizer (EO) dari pihak luar.
Pelaksanaan acara ditangani langsung oleh panitia yang berasal dari sivitas akademika Untag Surabaya. Konsep tersebut membuat Campus Expo tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan kegiatan.
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., berharap kemeriahan Campus Expo dapat memberikan pengalaman positif bagi mahasiswa baru yang baru memulai perjalanan akademiknya.
Menurut dia, kebersamaan yang tercipta dalam konser tersebut diharapkan menjadi kenangan yang melekat bagi mahasiswa sekaligus memberikan energi baru untuk menjalani kehidupan perkuliahan.
“Kami berharap konser dan bernyanyi bersama malam ini menjadi kenangan indah bagi mahasiswa baru sekaligus membangkitkan semangat mereka untuk memulai perjalanan di Untag Surabaya,” harapnya.
Editor: Arif Ardliyanto