Arus Peti Kemas Kotawaringin Barat Tembus 30.626 TEUs, Ekonomi Daerah Naik Lebih dari 6 Persen
Sinergi Jadi Kunci Kelancaran Logistik
Upaya menjaga kelancaran rantai pasok juga menjadi perhatian para pelaku usaha yang berkegiatan di Pelabuhan Kumai.
Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Kotawaringin Barat, Majekur Arajak, menilai komunikasi antara operator terminal dengan pengguna jasa perlu terus diperkuat. Hal tersebut penting karena aktivitas pelayaran menghadapi berbagai dinamika operasional di lapangan.
“Kami mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin baik dengan TPK Bumiharjo. Melalui momentum Hari Pelanggan ini, kami berharap komunikasi yang solid dapat terus dipertahankan, sehingga berbagai tantangan operasional di lapangan dapat diselesaikan bersama-sama demi mewujudkan ekosistem logistik yang semakin efisien,” ungkap Majekur.
Selain komunikasi, kesiapan fasilitas dan peralatan bongkar muat juga menjadi perhatian pengguna jasa. Pimpinan Temas Shipping Kumai, Willy Octora Rahu, mengatakan keandalan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting bagi kelancaran kegiatan pelayaran.
“Kami berharap TPK Bumiharjo terus menjaga dan meningkatkan kesiapan fasilitas serta peralatan bongkar muat, sehingga Service Level Agreement (SLA) kepada pengguna jasa dapat terus optimal dan memberikan nilai tambah bagi efisiensi pelayaran,” kata Willy.
Masukan dari para pengguna jasa tersebut menjadi bagian dari evaluasi pengelola terminal. Peningkatan kualitas layanan dinilai tidak bisa hanya mengandalkan kesiapan fasilitas, tetapi juga membutuhkan komunikasi antara operator dengan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai logistik.
Momentum Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 pun dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dengan pengguna jasa dan mitra kerja. Bagi pelaku usaha, forum semacam ini menjadi ruang untuk menyampaikan kebutuhan maupun persoalan yang muncul dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Dengan arus peti kemas yang telah mencapai 30.626 TEUs, perkembangan aktivitas di TPK Bumiharjo menjadi salah satu indikator pergerakan logistik di Kotawaringin Barat.
Kinerja tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya konektivitas pelabuhan dalam mendukung distribusi barang. Ketika arus logistik berjalan lancar, distribusi kebutuhan masyarakat dan barang untuk kegiatan usaha di daerah juga dapat berlangsung lebih efektif.
Ke depan, keberlanjutan koordinasi antara pengelola terminal, perusahaan pelayaran, tenaga kerja, pengguna jasa, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran rantai pasok di wilayah tersebut.
Editor: Arif Ardliyanto