Kuliner Nusantara Modern Hadir di Tengah Kota Surabaya, Sasar Keluarga hingga Anak Muda
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Bisnis kuliner di Kota Surabaya terus berkembang dengan hadirnya berbagai konsep baru. Salah satunya menggabungkan sajian Nusantara dengan suasana heritage modern serta fasilitas yang menyasar keluarga hingga anak muda.
Konsep tersebut dihadirkan Kapulaga Heritage di kawasan pusat Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Pemuda. Restoran ini mengusung konsep Nusantara Heritage Modern dengan menggabungkan menu khas Nusantara, pastry, dan kopi.
Owner Anara Jaya Boga (AJB) Group sekaligus Founder Kapulaga, Muhammad Nasik, mengatakan konsep tersebut lahir dari pengalamannya mengembangkan sejumlah usaha kuliner di kawasan pusat kota.
Sebelum membuka Kapulaga, pihaknya telah mengembangkan beberapa brand seperti Kedai Ciamso, Onetwothree Cafe, Otewe Cafe, Halaman 78, dan Pasar Terang.
“Di tengah kota ini yang berkonsep Nusantara modern kok belum ada. Dari situ kami punya ide untuk menghadirkan konsep Nusantara Heritage Modern,” kata Nasik, Minggu (20/9/2026).
Menurut dia, lokasi Kapulaga yang berada di kawasan pusat kota juga menjadi bagian dari konsep tersebut. Restoran berada tidak jauh dari Balai Pemuda dan memiliki area outdoor yang menghadap sejumlah ikon Kota Surabaya.
“Karena tempatnya di tengah kota dan bersebelahan dengan Balai Pemuda, kami ciptakan konsep yang tidak jauh dari bangunan-bangunan lama, tetapi dibuat lebih modern. Kami masih mempertahankan unsur bambu dan kayu,” ujarnya.
Area outdoor juga menawarkan pemandangan air mancur, Balai Pemuda, hingga Gedung Negara Grahadi dari sudut tertentu.
Kapulaga Heritage memiliki tiga lantai dengan sejumlah area yang dapat digunakan untuk makan, berkumpul, maupun mengerjakan aktivitas lainnya.
Lantai dua dilengkapi layar LED atau videotron berukuran sekitar 2,5 x 5 meter. Area tersebut dapat digunakan untuk kegiatan live music, akustik, hingga nonton bareng.
Restoran ini juga beroperasi selama 24 jam. Menurut Nasik, konsep tersebut disiapkan untuk menjangkau konsumen dengan aktivitas dan kebutuhan yang berbeda sepanjang hari.
“Orang yang suka kuliner atau begadang malam ternyata banyak juga. Sekarang banyak mahasiswa yang suka nongkrong sambil mengerjakan tugas. Kami menyediakan Wi-Fi supaya mereka bisa belajar kelompok dengan nyaman,” katanya.
Kapasitas tempat tersebut mencapai sekitar 300 orang. Selain area umum, tersedia ruang VIP, ruang berpendingin udara, serta area outdoor.
Dari sisi menu, tersedia sekitar 35-40 pilihan makanan, sekitar 25 jenis pastry, dan sekitar 30 pilihan minuman. Untuk harga, menu kopi tersedia mulai kisaran Rp20 ribuan, sedangkan makanan mulai sekitar Rp35 ribu-Rp40 ribuan.
“Targetnya orang yang ingin makan dengan nyaman bersama keluarga, tetapi anak muda yang suka nongkrong juga bisa menikmati tempat ini,” kata Nasik.
Konsep kuliner Nusantara juga diperkuat melalui penggunaan bahan dari daerah di Jawa Timur. Untuk menu kopi, Kapulaga menggunakan biji kopi dari petani lokal di Jember, Banyuwangi, Bondowoso, hingga kawasan Ijen dan Argopuro.
“Untuk di sini kami menggunakan special blend sendiri. Kopinya dari petani lokal, seperti dari Jember, Banyuwangi,” ujarnya.
Editor: Arif Ardliyanto