Ukur Dampak Pelatihan Siswa Vokasi, Dindik Jatim Siapkan Tracer Study
Salah satu peserta pelatihan TPTU, Abdul Latif Sasmito, siswa kelas XI SMKN 1 Kota Madiun, merasakan langsung perbedaan pembelajaran di UPT PTKK.
Menurutnya, siswa lebih banyak dilatih menghadapi persoalan teknis secara langsung, mulai dari merancang, merakit hingga memperbaiki peralatan pendingin.
"Di sini lebih banyak praktik. Mempelajari sebuah masalah dan membuka pola pikir untuk menyelesaikan masalah. Meskipun hanya seminggu, teman-teman bisa merancang, merakit dan mengatasi perbaikan," katanya.
Latif menilai pengalaman memperbaiki AC menjadi salah satu materi penting karena berbeda dengan sekadar memasang perangkat. Siswa juga belajar mendiagnosis kerusakan hingga melakukan perbaikan.
"Masang AC mudah. Yang sulit perbaikan, merakit hingga jadi baru. Ini memakan waktu dan belum diajari di sekolah," ungkapnya.
Ia berharap UPT PTKK dapat dimanfaatkan sebagai pusat pembinaan LKS karena fasilitas praktiknya dinilai lebih lengkap. Ilmu yang diperoleh selama pelatihan juga diharapkan bisa ditularkan kepada siswa lain di sekolah.
"Harapannya mampu menguasai TPTU, baik AC, kulkas, maupun chiller. Output-nya bisa mengimbaskan ilmu kepada teman-teman dan hasil kegiatan ini bisa dimanfaatkan untuk LKS," pungkasnya.
Editor: Arif Ardliyanto