Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Jakarta dan Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Penumpang KA
Advertisement . Scroll to see content

APTIKOM Mau Ganti Pemimpin, Pengurus Jatim Bongkar PR Besar: Ini Fokus Masalahnya

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 04:15 WIB
  • author Arif Ardliyanto
APTIKOM Mau Ganti Pemimpin, Pengurus Jatim Bongkar PR Besar: Ini Fokus Masalahnya
Munas APTIKOM VII menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus mendorong pemerataan akses, meritokrasi, transparansi, dan penguatan wilayah. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pergantian kepemimpinan Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) periode 2026–2030 tidak hanya menyangkut siapa yang akan mengisi posisi Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal.

Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) APTIKOM VII di Yogyakarta, muncul dorongan agar regenerasi kepemimpinan juga diikuti pembenahan pola kerja organisasi. Salah satu isu yang mengemuka adalah bagaimana memastikan program APTIKOM memberikan manfaat yang lebih merata bagi perguruan tinggi di berbagai daerah.

Ketua APTIKOM Provinsi Jawa Timur, Yoyon Arie Budi Suprio, S.ST., M.Kom., mengatakan Munas VII dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi perguruan tinggi informatika dan komputer di seluruh Indonesia.

Menurutnya, forum nasional tersebut bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga kesempatan untuk mempertegas komitmen terhadap pemerataan kualitas pendidikan tinggi di bidang teknologi informasi.

“Melalui musyawarah yang demokratis, inklusif, dan berasaskan semangat tumbuh bersamaan, Munas APTIKOM VII secara resmi akan menetapkan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal terpilih untuk periode kepengurusan 2026–2030,” ujar Yoyon.

Yoyon menilai pengurus APTIKOM periode mendatang menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan percepatan transformasi digital membutuhkan kolaborasi lintas daerah.

Karena itu, kepemimpinan nasional baru diharapkan mampu menghubungkan potensi akademisi, peneliti, dan praktisi teknologi informasi dari berbagai wilayah agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Mandat ini membawa amanah besar untuk mengorkestrasi potensi akademisi, peneliti, dan praktisi IT dari seluruh pelosok negeri agar bergerak serentak merespons tantangan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan transformasi digital,” katanya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut