Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tren Hidup Sehat Dongkrak Penjualan Water Purifier
Advertisement . Scroll to see content

20,9 Persen Anak Indonesia Tumbuh Tanpa Peran Ayah, Apa Dampaknya bagi Keluarga?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:29 WIB
  • author Lukman Hakim
20,9 Persen Anak Indonesia Tumbuh Tanpa Peran Ayah, Apa Dampaknya bagi Keluarga?
Fatherless di Indonesia: 20,9 persen anak disebut tumbuh tanpa peran ayah. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Data yang dikutip dalam program BERGEMA menyebutkan 20,9 persen anak Indonesia tumbuh tanpa peran ayah. Angka tersebut menggambarkan tantangan keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga dan mendorong pentingnya penguatan peran orang tua dalam tumbuh kembang anak.

Fenomena tersebut menjadi perhatian dalam program BERGEMA (Berbagi Bergerak Bersama) yang digelar Generali Indonesia bersama Yayasan Jarimatika (Komunitas Ibu Profesional). Tahun ini, program tersebut mengangkat tema “Aku dan Bapakku” dengan fokus mendorong keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan dan perkembangan anak.

Program BERGEMA menghadirkan ruang bagi anak dan orang tua dari keluarga rentan untuk belajar dan bermain bersama. Aktivitas yang diberikan antara lain permainan kolaboratif ayah dan anak, sesi parenting, edukasi perencanaan keuangan keluarga hingga kegiatan berbasis play-based learning.

Founder Komunitas Ibu Profesional, Septi Peni Wulandani, mengatakan kehadiran ayah dalam keluarga tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan, tetapi juga keterlibatan dalam proses tumbuh kembang anak.

“Bermain adalah bahasa pertama anak, dan telah terbukti menjadi salah satu cara terbaik untuk anak belajar dan membangun kedekatan dengan keluarga sebagai ‘sekolah’ pertamanya,” kata Septi, Sabtu (3/10/2026).

Menurut dia, aktivitas bermain bersama dapat menjadi ruang bagi orang tua dan anak untuk membangun komunikasi sekaligus memperkuat hubungan emosional.

Karena itu, tema “Aku dan Bapakku” diharapkan mendorong lebih banyak ayah untuk melihat keterlibatan dalam pengasuhan sebagai bagian penting dari kehidupan anak.

“Kami ingin semakin banyak ayah menyadari bahwa kehadiran mereka bukan sekadar membantu pengasuhan, tetapi menjadi bagian yang tidak tergantikan dalam proses tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Head of Marketing and Communications sekaligus Program Manager The Human Safety Net (THSN) Indonesia, Devi Heriani, mengatakan keluarga merupakan lingkungan pertama bagi tumbuh kembang anak.

Menurut dia, interaksi yang dilakukan secara konsisten antara orang tua dan anak dapat memberikan dampak terhadap perkembangan anak sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

“Kami percaya bahwa keluarga adalah lingkungan pertama dan terpenting bagi tumbuh kembang anak. Melalui program BERGEMA, kami ingin menghadirkan ruang yang memungkinkan orang tua dan anak belajar, bermain, dan bertumbuh bersama,” kata Devi.

Dalam konteks keluarga, keterlibatan ayah dapat dibangun melalui aktivitas sederhana, termasuk bermain, belajar, berkomunikasi dan mendampingi anak dalam keseharian. Program BERGEMA mencoba menghadirkan aktivitas tersebut dalam bentuk kegiatan bersama yang interaktif.

Di Surabaya, kegiatan BERGEMA digelar pada Sabtu (3/10/2026) di Taman Harmoni, Jalan Keputihan Tegal Timur II Nomor 249, Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program yang dilaksanakan secara bertahap di sejumlah kota di Indonesia.

Sepanjang 2026, BERGEMA ditargetkan menjangkau 1.000 anak di 50 kota. Program tersebut juga memberikan dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.

Selain kegiatan bersama orang tua dan anak, peserta mendapatkan learning kit yang dapat digunakan untuk melanjutkan aktivitas belajar dan bermain di rumah.

Program BERGEMA merupakan bagian dari gerakan global The Human Safety Net (THSN) yang dijalankan Generali Group. Di Indonesia, program tersebut telah berjalan sejak 2018 dengan fokus antara lain pada pendidikan dan nutrisi anak, ketahanan keluarga, serta literasi dan perencanaan keuangan keluarga.

Program BERGEMA tahun ini didukung donasi yang terkumpul pada 2025 dengan total Rp1,2 miliar yang disalurkan kepada Yayasan Jarimatika (Komunitas Ibu Profesional).

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut