Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Serangan Jantung Mengintai Usia di Bawah 40 Tahun, Dokter Ungkap Pemicu yang Sering Diabaikan
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Cuma Uang dan Aset, Ini 3 Kunci Membangun Kekayaan dan Hidup versi Dokter Jantung

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:11 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Bukan Cuma Uang dan Aset, Ini 3 Kunci Membangun Kekayaan dan Hidup versi Dokter Jantung
Wealth Wisdom 2026 Surabaya membahas tiga kunci membangun ketahanan hidup, mulai dari menemukan tujuan, menjaga kesehatan, hingga memahami strategi investasi. (Foto: Istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kekayaan tidak hanya diukur dari jumlah uang dan aset yang dimiliki. Kesehatan, tujuan hidup, serta kemampuan mengambil keputusan di tengah perubahan juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang lebih seimbang dan tangguh.

“Serangan jantung memang bisa mendadak, bahkan sebagian besar tidak ada keluhan. Tetapi perlu diingat, prosesnya tidak pernah mendadak. Hal tersebut terjadi karena akumulasi kebiasaan-kebiasaan buruk yang jarang kita sadari,” ujar dokter spesialis jantung, Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K).

Pesan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Wealth Wisdom 2026 di Surabaya. Memasuki tahun ke-12 penyelenggaraannya, kegiatan ini mengangkat tema Finding Balance, Building Resilience dengan semangat Growing Together Through Changes.

Tiga kelas yang dihadirkan membahas aspek kehidupan yang saling berkaitan, mulai dari menemukan tujuan hidup, menjaga kesehatan fisik dan mental, hingga memahami dinamika pasar untuk mempersiapkan masa depan finansial.

1. Pengalaman Hidup Bisa Menjadi Jalan Menemukan Tujuan

Dalam kelas Living with Purpose Through Changes, jurnalis senior Andy F. Noya mengajak peserta merefleksikan pengalaman hidup untuk menemukan makna dan tujuan yang ingin dicapai.

Andy membuka sesi dengan tiga pertanyaan mendasar, yakni mengapa seseorang hadir di dunia, untuk apa menjalani kehidupan, dan apa rencana Tuhan dalam perjalanan hidupnya.

Menurut Andy, pertanyaan tersebut dapat membantu seseorang memahami pengalaman masa lalu, termasuk ketika menghadapi kesulitan, melakukan kesalahan, maupun menjalani perubahan besar.

“Kadang-kadang, kita tidak tahu apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Karena itu, ketika melihat kembali pengalaman hidup, kita bisa menemukan jawaban atas pertanyaan: ternyata ini tugas saya di dunia,” kata Andy.

Ia menilai pengalaman yang tidak selalu menyenangkan dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus menumbuhkan empati terhadap orang lain. Dari proses tersebut, seseorang dapat menemukan bentuk kontribusi yang ingin diberikan kepada masyarakat.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut