Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, UMKM Laundry Ini Rekrut Perempuan untuk Kelola Usaha Bersama
Advertisement . Scroll to see content

IPHI Jatim Bidik Peluang Bisnis Haji dan Umrah, UMKM Perempuan Didorong Jadi Pemeran Utama

Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:00 WIB
  • author Arif Ardliyanto
IPHI Jatim Bidik Peluang Bisnis Haji dan Umrah, UMKM Perempuan Didorong Jadi Pemeran Utama
IPHI Jawa Timur memperkuat koperasi dan UMKM alumni haji, mulai dari usaha perempuan hingga peluang bisnis perlengkapan haji dan umrah. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Timur mulai memperkuat peran ekonomi para alumni haji melalui pengembangan koperasi, pemberdayaan UMKM, dan pembentukan jejaring bisnis. Langkah ini dilakukan untuk membuka peluang usaha bagi jemaah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat.

Pengembangan ekonomi tersebut menjadi salah satu fokus IPHI Jawa Timur dengan memanfaatkan potensi besar keluarga alumni haji. Berbagai produk usaha rumahan, mulai dari makanan olahan hingga produk fesyen, dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui jaringan organisasi yang tersebar di berbagai daerah.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang juga menjabat Ketua IPHI Jawa Timur, menilai ekosistem haji dan umrah menyimpan peluang ekonomi yang perlu ditangkap secara terencana. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah yang besar sehingga kebutuhan layanan dan produk pendukung ibadah dapat menjadi ruang usaha bagi masyarakat.


IPHI Jawa Timur memperkuat koperasi dan UMKM alumni haji, mulai dari usaha perempuan hingga peluang bisnis perlengkapan haji dan umrah. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Menurut Emil, pengembangan ekonomi tidak cukup hanya berfokus pada produk, tetapi juga harus memperkuat kelembagaan yang mengelola produksi, distribusi, dan pemasaran.

“Peluang ekonomi yang berkaitan dengan haji dan umrah perlu kita identifikasi dan manfaatkan bersama. Jangan sampai potensi yang besar ini berjalan sendiri-sendiri tanpa ada lembaga ekonomi yang mampu menghubungkan para pelaku usaha,” ujar Emil.

Ia menilai koperasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan pelaku UMKM, menghimpun produk anggota, serta memperluas akses pemasaran. Melalui kelembagaan yang kuat, produk-produk lokal berpeluang masuk ke pasar yang lebih luas.

Emil juga menyoroti pentingnya membangun model usaha yang berkelanjutan. Pengalaman pengembangan produk unggulan, termasuk di lingkungan pesantren, menunjukkan bahwa kualitas produk perlu diimbangi dengan pengelolaan usaha dan akses pasar yang memadai.

“Yang perlu kita bangun bukan hanya produknya, tetapi juga lembaga ekonominya. Koperasi bisa menjadi wadah untuk mengumpulkan produk anggota, memperkuat manajemen, dan membuka akses pasar,” katanya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut