UBAYA Tak Berkutik Dihajar UNESA 6-0, Tiket Final di Tangan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tim futsal putra Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tampil impresif dengan melumat Universitas Surabaya (UBAYA) 6-0 pada babak semifinal. Kemenangan telak ini mengantarkan UNESA ke partai final untuk memperebutkan gelar juara regional Surabaya.
Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Windu Cikal Nugroho. Pemain bernomor punggung 15 tersebut tampil tajam di depan gawang dan mencetak tiga gol ke gawang UBAYA. Torehan itu menjadi bagian penting dari kemenangan besar UNESA dalam pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi.
Sejak babak pertama, UNESA langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan bertubi-tubi membuat UBAYA kesulitan mengembangkan permainan. UNESA unggul 3-0 pada paruh pertama, salah satunya melalui gol Kurniawan Sebastian yang mengenakan nomor punggung 11.

Memasuki babak kedua, UBAYA mencoba bangkit dengan mengambil inisiatif menyerang. Namun, sejumlah upaya mereka berhasil dipatahkan pemain UNESA sebelum menembus lini pertahanan lawan.
Serangan UBAYA yang terburu-buru juga kerap berakhir tanpa menghasilkan peluang berbahaya. Meski mendapat dukungan dari tribun penonton, UBAYA belum mampu menemukan celah untuk memperkecil ketertinggalan.
Sebaliknya, UNESA tetap konsisten menekan. Windu kemudian menambah gol bagi timnya dan kembali menunjukkan ketajamannya di depan gawang. Ia terus menjadi ancaman bagi pertahanan UBAYA hingga berhasil mencatatkan tiga gol dalam pertandingan tersebut.
Laga berlangsung dengan intensitas tinggi. Benturan antarpemain dan sejumlah pelanggaran mewarnai pertandingan. Salah satu momen yang terjadi adalah tekel keras pemain UBAYA, Effel, terhadap Nabil dari UNESA.
Pada menit-menit terakhir, UBAYA mencoba menerapkan strategi power play untuk mengejar ketertinggalan. Namun, strategi tersebut tidak mampu mengubah keadaan. UNESA justru tetap menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi dengan skor akhir 6-0.
Meski menang dengan skor meyakinkan, Pelatih UNESA Ahmad Rizki menilai timnya masih memiliki sejumlah aspek yang perlu dibenahi sebelum menghadapi Universitas Negeri Malang (UM) pada partai final.
Menurut Ahmad, efektivitas permainan menjadi pekerjaan rumah utama, terutama dalam akurasi umpan, kemampuan menggiring bola, penguasaan permainan, serta penyelesaian akhir.
“Untuk final, kami harus lebih efektif lagi, terutama dari segi passing, dribble, dan finishing. Kami akan berusaha maksimal untuk meraih juara regional Surabaya,” kata Ahmad.
Ia juga mengingatkan para pemain agar tidak meremehkan kekuatan UM. Lawan mereka di final dinilai mempunyai pemain dengan kecepatan yang baik, kemampuan penyelesaian akhir yang mumpuni, serta serangan balik yang perlu diantisipasi.
Ahmad menegaskan, tim pelatih akan memaksimalkan persiapan agar UNESA mampu tampil lebih solid pada pertandingan penentuan. Kolektivitas dan efektivitas permainan menjadi faktor yang harus dijaga jika ingin mengakhiri kompetisi regional dengan gelar juara.
Selain membidik gelar di tingkat regional, UNESA juga memasang target untuk bersaing di kompetisi nasional.
“Target kami di tingkat nasional adalah menembus posisi tiga besar. Kami akan berusaha bermain dengan baik, mengutamakan kolektivitas tim, dan menjaga efektivitas permainan,” ucapnya.
Sementara itu, Windu Cikal Nugroho mengaku senang dapat mencetak tiga gol saat membantu UNESA menyingkirkan UBAYA. Namun, ia menegaskan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pemain di lapangan.
Windu mengatakan, timnya telah menjalani latihan bersama selama dua bulan sebagai persiapan menghadapi kompetisi. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk membangun kekompakan sekaligus meningkatkan kesiapan tim menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.
Bagi Windu, kemenangan atas UBAYA menjadi modal penting, tetapi tim tidak boleh terlena dengan hasil semifinal. Ia bersama rekan-rekannya akan kembali memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi UM.
“Kami akan mempertajam penyelesaian akhir dan menjaga permainan kolektif agar bisa mendapatkan hasil terbaik pada final,” tuturnya.
Pada semifinal kategori putra lainnya, UM berhasil mengamankan tiket final setelah mengalahkan Universitas Dr. Soetomo (UNITOMO) dengan skor 2-0.
Hasil tersebut memastikan UNESA akan berhadapan dengan UM dalam perebutan gelar juara regional Surabaya. Setelah tampil dominan saat menghadapi UBAYA, UNESA kini dituntut menjaga konsistensi permainan untuk mewujudkan target juara sebelum melangkah ke persaingan tingkat nasional.
Editor: Arif Ardliyanto