Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hari Santri 2026, Puluhan Santri di Sidoarjo Konvoi Motor Pakai Sarung, Ini Pesan Kapolresta
Advertisement . Scroll to see content

Geger! Belasan Karyawan Resto Ayam Goreng di Sidoarjo Diduga Disekap, Pemilik WNA Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:15 WIB
  • author Pramono Putra
Geger! Belasan Karyawan Resto Ayam Goreng di Sidoarjo Diduga Disekap, Pemilik WNA Diamankan
Polisi dan tim gabungan menggerebek resto ayam goreng di Geluran, Sidoarjo, setelah muncul dugaan penyekapan dan pelecehan seksual terhadap belasan karyawan. Foto iNewsSurabaya.id/pram

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Dugaan penyekapan belasan karyawan mengungkap persoalan serius di sebuah restoran ayam goreng siap saji di kawasan Geluran, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tim gabungan kepolisian, imigrasi, dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggerebek lokasi tersebut setelah menerima laporan dari para pekerja.

Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan belasan karyawan yang sebagian besar merupakan perempuan berada di dalam restoran. Mereka kemudian dievakuasi oleh anggota Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polresta Sidoarjo.

Proses penggerebekan sempat berlangsung tegang. Pemilik restoran berinisial DW, warga negara asing (WNA) asal Suriah, diduga melakukan perlawanan dan melarang petugas memasuki bangunan.

Namun, tim gabungan akhirnya berhasil masuk ke dalam restoran dan mengevakuasi para pekerja. Fakta lain yang menjadi perhatian, usaha tersebut diketahui belum beroperasi untuk melayani pembeli meskipun telah merekrut sejumlah karyawan.

Selain dugaan penyekapan, pemilik restoran juga dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah karyawan perempuan. Kedua dugaan tersebut kini menjadi bagian dari penanganan aparat penegak hukum.

Kuasa hukum korban, Fahim Attamimi, mengatakan kasus tersebut bermula dari laporan karyawan yang mengaku tidak diperbolehkan meninggalkan tempat kerja.

"Awal ada pelaporan dari karyawan yang bekerja, mereka mengaku disekap dan tidak diperbolehkan keluar," ujar Fahim.

Pengakuan tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga berujung pada penggerebekan oleh tim gabungan. Keterangan para pekerja kini diperlukan untuk mengungkap secara terperinci dugaan perlakuan yang mereka alami selama berada di restoran.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut