Waspada Dampak AI, Cucu Bung Karno Sebut Etika dan Budaya Harus Jadi Pegangan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin banyak digunakan untuk membantu aktivitas manusia. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, masyarakat dituntut tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, menjaga etika, dan mempertahankan karakter serta budaya bangsa.
Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Sukarno mengingatkan bahwa perkembangan AI harus diimbangi dengan literasi digital yang kuat agar teknologi tidak digunakan secara keliru dan justru merugikan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Puti saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Fundamental Kecerdasan Buatan yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Surabaya, Minggu (25/10/2026).
“Teknologi boleh secanggih mungkin, tapi etika, empati, kebudayaan, dan karakter bangsa harus tetap dijunjung tinggi,” tegas Puti.
Menurut Puti, literasi AI tidak cukup sebatas kemampuan mengoperasikan aplikasi atau memanfaatkan mesin berbasis kecerdasan buatan. Masyarakat perlu memahami bagaimana teknologi tersebut bekerja, mengolah data, serta menghasilkan informasi yang belum tentu selalu benar.
Pemahaman tersebut penting agar pengguna tidak mudah menerima keluaran AI tanpa melakukan pemeriksaan. Sikap kritis dibutuhkan untuk memilah informasi, mengantisipasi manipulasi data, serta menjaga keamanan dan kepentingan nasional.
Editor: Arif Ardliyanto