Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : AFK Surabaya Bidik Dua Emas Porprov Jatim 2027, Seleksi Pemain Dibuka Lewat Surabaya Rising Champion
Advertisement . Scroll to see content

Resmi Pimpin FOPI Surabaya, Sosok Ini Tantang Atlet Rebut 5 Emas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:19 WIB
  • author Trisna Eka Adhitya
Resmi Pimpin FOPI Surabaya, Sosok Ini Tantang Atlet Rebut 5 Emas
Hendy Setiono terpilih memimpin FOPI Surabaya periode 2026–2030. Ia membidik lima medali emas petanque di Porprov Jatim 2027. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Target lima medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 menjadi tantangan awal Hendy Setiono setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Surabaya periode 2026–2030.

Hendy resmi memimpin organisasi olahraga petanque Surabaya setelah terpilih dalam Musyawarah Kota (Muskot) FOPI Surabaya, Selasa (27/10/2026) malam. Ia menggantikan Abdul Hafidz yang sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua.

Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas latihan, serta membuka jalan bagi atlet petanque Surabaya untuk bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

“Harapannya bisa menyumbang setidaknya lima medali dan harapannya lima emas dari Surabaya sendiri, petanque atau FOPI Surabaya untuk bisa kita kontribusikan kepada Porprov melalui KONI Surabaya,” ujar Hendy.

Target tersebut bukan sekadar angka. Hendy ingin menjadikan Porprov Jatim 2027 sebagai tolok ukur perkembangan pembinaan petanque di Kota Pahlawan.

Menurut dia, keberhasilan tim petanque Jawa Timur menjadi juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dengan raihan lima medali emas dapat menjadi motivasi bagi atlet Surabaya untuk meningkatkan prestasi.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa atlet daerah memiliki peluang untuk bersaing apabila didukung pembinaan yang terarah dan kesempatan bertanding yang memadai.

Hendy berharap atlet-atlet yang berkembang di Surabaya tidak hanya berorientasi pada kejuaraan lokal. Mereka juga didorong untuk menembus kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Kejurnas, Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga ajang internasional.

“Kami harapkan atlet-atlet yang dilahirkan dari Surabaya ini bisa naik ke level Kejurnas, bisa naik ke level PON, bahkan bisa berprestasi seperti di SEA Games Thailand,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, pembinaan atlet menjadi pekerjaan penting bagi kepengurusan FOPI Surabaya selama empat tahun ke depan. Peningkatan kualitas atlet diharapkan berjalan seiring dengan program latihan yang terukur dan partisipasi dalam berbagai kompetisi.

Sementara itu, Abdul Hafidz menilai regenerasi kepemimpinan FOPI Surabaya perlu diikuti dengan penguatan pembinaan atlet. Menurut dia, Surabaya masih membutuhkan lebih banyak atlet petanque yang mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Timur.

Ia juga menyoroti perlunya upaya berkelanjutan agar atlet asal Surabaya dapat menembus tim nasional dan tampil di kompetisi internasional.

“Harapannya nanti muncul atlet-atlet dari Kota Surabaya. Dengan kepemimpinan yang baru Mas Hendy nanti tidak hanya satu emas, mungkin dua emas dari petanque Kota Surabaya,” ujarnya.

Hafidz menjelaskan, Muskot kali ini juga menjadi momentum syukuran atas keberhasilan kontingen Jawa Timur meraih gelar juara umum Kejurnas petanque dengan koleksi lima medali emas.

Lima emas tersebut diperoleh dari nomor single putra, double putra, double putri, triple mix, dan beregu.

Prestasi itu diharapkan menjadi pemantik semangat bagi atlet Surabaya untuk meningkatkan kemampuan dan memperkecil kesenjangan persaingan dengan atlet dari daerah lain.

Sebagai langkah awal, atlet dan pelatih Surabaya telah dipertemukan dengan kepengurusan baru untuk membahas kebutuhan pembinaan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menyusun langkah yang lebih terarah dalam mempersiapkan atlet menghadapi Porprov Jatim 2027.

Kejuaraan Asia di Unesa Jadi Kesempatan Mengukur Kemampuan

Selain mempersiapkan diri untuk Porprov Jatim 2027, atlet petanque juga akan menghadapi agenda kompetisi tingkat Asia yang dijadwalkan berlangsung di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 3–7 Desember 2026.

Menurut Hafidz, kejuaraan tersebut akan diikuti peserta dari 15 negara. Ajang ini menjadi kesempatan untuk menyaksikan persaingan atlet dari berbagai negara sekaligus menambah pengalaman dalam menghadapi kompetisi berlevel internasional.

Rangkaian kejuaraan tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi atlet dan pelatih dalam mengukur kemampuan, mengenali kekurangan, serta menentukan aspek yang perlu ditingkatkan.

Bagi FOPI Surabaya, tantangan kepengurusan Hendy Setiono bukan hanya memenuhi target medali pada Porprov Jatim 2027. Lebih dari itu, organisasi ini diharapkan mampu membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan agar Surabaya semakin banyak melahirkan atlet petanque berprestasi.

Dengan target lima emas dan persiapan menghadapi sejumlah kompetisi, kepengurusan baru FOPI Surabaya memiliki pekerjaan besar untuk mengubah potensi atlet menjadi prestasi nyata di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut