Petani Tebu Butuh Benih Unggul dan Pengairan untuk Dongkrak Produktivitas
KEDIRI, iNewsSurabaya.id – Peremajaan tanaman dan ketersediaan air menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tebu nasional.
Selain mengganti tanaman yang sudah tidak produktif, petani membutuhkan benih unggul serta dukungan sarana budidaya agar hasil panen meningkat dan pasokan bahan baku pabrik gula tetap terjaga.
Upaya tersebut didorong PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) melalui program bongkar ratoon di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (28/10/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat sektor hulu industri gula sekaligus mendukung percepatan swasembada gula nasional.
Tak hanya mendorong peremajaan tanaman, SGN juga menyiapkan dukungan berupa 1.000 unit pompa air bagi petani mitra di wilayah kerjanya. Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan tebu agar pertumbuhan tanaman lebih optimal.
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, mengatakan peningkatan produktivitas tebu perlu dimulai dari pembenahan di tingkat perkebunan. Langkah itu mencakup peremajaan tanaman, penggunaan benih berkualitas, serta penyediaan sarana budidaya yang memadai.
Bongkar ratoon merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu secara berkelanjutan. Pihaknya ingin memastikan bahwa tanaman yang dikembangkan memiliki potensi hasil yang lebih baik, didukung pengelolaan budidaya yang tepat dan ketersediaan air yang memadai.
“Dukungan melalui program 1.000 pompa air dan penguatan kemitraan dengan petani diharapkan dapat membangun fondasi industri gula yang lebih produktif dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, menegaskan bahwa peremajaan tanaman menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi perkebunan dan meningkatkan hasil panen.
Ia menilai penggunaan benih berkualitas dan penerapan teknik budidaya yang tepat perlu berjalan beriringan dengan dukungan pengairan. Dengan demikian, pertumbuhan tanaman dapat berlangsung lebih optimal dan produktivitas perkebunan meningkat.
Heru juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani dalam menjalankan program peningkatan produksi tebu.
“Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi gula dalam negeri sekaligus mendukung kesejahteraan petani,” jelasnya.
Peningkatan produktivitas di tingkat perkebunan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pasokan tebu untuk pabrik gula. Karena itu, peremajaan tanaman, ketersediaan benih unggul, dan dukungan pengairan perlu berjalan beriringan agar upaya mencapai swasembada gula nasional dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Editor: Arif Ardliyanto