Dari 60 Geopark Dunia, Ijen Raih Catatan Perbaikan Paling Sedikit dalam Revalidasi UNESCO
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Geopark Ijen kembali membuktikan eksistensinya di panggung internasional. Kawasan geopark yang berada di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, berhasil mempertahankan predikat UNESCO Global Geopark (UGGp) setelah memperoleh Green Card atau Kartu Hijau dalam sidang Dewan UNESCO Global Geopark ke-11 di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis.
Keputusan tersebut menjadi kabar penting bagi Indonesia, khususnya Jawa Timur. Sebanyak 12 anggota Dewan UNESCO Global Geopark secara bulat menyetujui hasil revalidasi Geopark Ijen. Tidak ada perdebatan berarti dalam proses pengambilan keputusan tersebut.
General Manager Geopark Ijen, Abdillah Baras, mengatakan hasil ini menunjukkan bahwa berbagai upaya pembenahan dan pengembangan kawasan telah berjalan sesuai rekomendasi UNESCO sejak pertama kali memperoleh pengakuan sebagai geopark dunia pada 2023.
"Alhamdulillah, 12 anggota dewan sepakat memberikan Green Card. Mereka secara unanimous (bulat) menyatakan Geopark Ijen lolos proses revalidasi, tidak ada perdebatan," ujar Abdillah.
Menurutnya, pencapaian tersebut semakin istimewa karena Geopark Ijen menjadi salah satu kawasan yang memperoleh catatan perbaikan paling sedikit dibandingkan geopark lain yang mengikuti proses revalidasi tahun ini.
Dari sekitar 60 geopark di berbagai negara yang menjalani penilaian ulang, Geopark Ijen dinilai mampu menunjukkan perkembangan pengelolaan kawasan dengan baik.
"Bahkan, di antara 60 geopark yang menjalani proses revalidasi tahun ini, Geopark Ijen mendapatkan rekomendasi perbaikan paling sedikit dibandingkan geopark lainnya," jelasnya.
Sebelumnya, pada Agustus 2026, tim asesor UNESCO telah melakukan penilaian langsung terhadap Geopark Ijen. Proses revalidasi tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari keunikan bentang alam dan kekayaan geologi, tata kelola kawasan, pelestarian lingkungan, pendidikan, hingga dampak pengelolaan geopark terhadap kesejahteraan masyarakat.
Penilaian tersebut tidak hanya melihat keunggulan alam yang dimiliki kawasan Ijen. UNESCO juga mengevaluasi sejauh mana pengelolaan geopark mampu mengintegrasikan konservasi, edukasi, serta pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Abdillah menegaskan, keberhasilan mempertahankan status UNESCO Global Geopark merupakan bukti bahwa pengelolaan Geopark Ijen telah memenuhi standar internasional.
"Keberhasilan mempertahankan status ini membuktikan bahwa tata kelola Geopark Ijen telah memenuhi standar global dalam aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," katanya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga pengakuan internasional tersebut.
Menurut Ipuk, keberhasilan Geopark Ijen tidak terlepas dari kerja sama berbagai elemen, mulai dari pemerintah, pengelola kawasan, komunitas, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan geopark.
"Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita bersama. Green Card ini menunjukkan bahwa upaya menjaga dan mengelola Geopark Ijen telah diakui di tingkat dunia. Selain itu, semua pihak dan masyarakat yang telah ikut merawat kekayaan alam kita serta budaya di kawasan Ijen masih terjaga dengan baik," ungkap Ipuk.
Ia mengingatkan, predikat UNESCO Global Geopark bukan sekadar penghargaan internasional yang membanggakan. Pengakuan tersebut juga membawa tanggung jawab besar untuk memastikan kekayaan alam dan budaya kawasan Ijen tetap terpelihara.
"Predikat UNESCO Global Geopark bukan sekadar pengakuan internasional, melainkan amanah untuk terus menjaga kelestarian alam, kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya yang dimiliki kawasan Ijen," tegasnya.
Ipuk berharap keberhasilan mempertahankan Green Card dapat menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Predikat sebagai UNESCO Global Geopark ini harus kita jaga bersama. Semoga Geopark Ijen tetap lestari serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Editor: Arif Ardliyanto