Kampung Edukasi Sampah Cetak Kader Lingkungan, Bakal Jadi Akar Perubahan di Sidoarjo

Arif Ardliyanto
Kampung Edukasi Sampah (KES), komunitas peduli lingkungan yang berasal dari RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo mulai cetak kader lingkungan. Foto iNewsSurabaya/ist

JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Di tengah ancaman krisis iklim dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, harapan akan perubahan justru tumbuh dari akar rumput. Salah satu inisiatif inspiratif hadir dari Kampung Edukasi Sampah (KES), komunitas peduli lingkungan yang berasal dari RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo.

Melalui program bertajuk “Menjadi Akar Perubahan, Bersama Menjaga Bumi”, KES menegaskan kembali komitmennya mencetak kader lingkungan yang tangguh dan inspiratif. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (24–25 Mei 2025), di Kampus Alam dan Kebun Riset DeDurian Park, Wonosalam, Jombang.

Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari 15 kader senior dan 15 kader muda mengikuti pelatihan lingkungan yang intensif. Materi pelatihan mencakup: Penguatan visi dan misi kader lingkungan, Integrasi prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), Teknik edukasi kreatif dan partisipatif dan Strategi kaderisasi dan kepemimpinan lintas generasi

Tak hanya itu, para peserta juga mendapat sesi motivasi dan refleksi untuk menggali kesadaran personal mereka terhadap peran penting dalam menjaga kelestarian bumi.

Salah satu momen paling menyentuh terjadi saat sesi Api Unggun dan Sharing Perjalanan, di mana para kader berbagi cerita perjuangan, kelelahan, dan harapan untuk masa depan lingkungan yang lebih baik. Dalam suasana hangat dan syahdu, cahaya obor menjadi simbol semangat yang tak boleh padam.

“Kami ingin kader tak hanya menyerukan buang sampah pada tempatnya, tapi mampu membangkitkan kesadaran kolektif bahwa bumi ini warisan bersama,” ujar Edi Priyanto, inisiator Kampung Edukasi Sampah.

Hari kedua diawali dengan hiking ke kawasan hutan kaki Gunung Anjasmoro, menghadirkan pengalaman mendalam tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam. Kegiatan ditutup dengan sesi team building, yang memperkuat sinergi kader muda dan senior dalam menjalankan misi lingkungan di komunitas masing-masing.

“Pembelajaran terbaik adalah yang menyentuh hati. Di sini, kader belajar langsung dari alam,” ungkap Yusron Aminullah, CEO DeDurian Park sekaligus fasilitator kegiatan.

Antusiasme kader muda begitu terasa. Salah satunya, Adis, mengaku sempat ragu berkontribusi dalam isu lingkungan, namun kini justru merasa menemukan panggilan hatinya.

“Saya ingin mulai dari lingkungan saya sendiri. Dari langkah kecil yang bisa saya lakukan,” ujarnya.


Kampung Edukasi Sampah (KES), komunitas peduli lingkungan yang berasal dari RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo mulai cetak kader lingkungan. Foto iNewsSurabaya/ist

Sementara itu, Puput, kader senior, menyampaikan kebanggaannya terhadap semangat generasi muda. “Saya yakin estafet perjuangan ini akan terus berjalan. Kita hanya membuka jalan, mereka yang akan melanjutkan.” katanya. 

Selama pelatihan, para peserta menerapkan gaya hidup berkelanjutan: membawa tumbler pribadi, menghindari plastik sekali pakai, memilah sampah mandiri, dan membangun kebiasaan baik dari hal-hal kecil.

“Kami tidak mencari kader paling pintar, tapi yang paling peduli dan siap bergerak,” tegas Edi Priyanto.

Pelatihan ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kampung kecil, dari tangan-tangan relawan yang bekerja dengan cinta, dan dari pelatihan sederhana yang sarat makna.

“Satu edukasi, satu aksi, satu perubahan kecil bila dilakukan secara konsisten akan menjadi warisan besar untuk bumi yang lestari,” pungkas Edi.

 

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network