Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu, Begini Kondisi Terkini

Arif Ardliyanto
Ribuan perantau asal Madura rela menempuh perjalanan panjang dan macet demi bisa merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman. Foto iNewsSurabaya/rizal

Rizal bahkan mengaku telah mengajukan cuti jauh-jauh hari demi bisa merayakan Idul Adha bersama keluarga besar di kampung halaman. “Ini momen istimewa. Kami semua berkumpul, makan bersama, dan salat Ied bareng,” lanjutnya.

Nyekar dan Silaturahmi Jadi Agenda Utama

Samsul Bahri, warga asal Sampang, juga mengungkapkan pentingnya tradisi Toron. Menurutnya, selain berkumpul dengan keluarga, tradisi ini juga menjadi waktu untuk nyekar atau ziarah ke makam leluhur.

“Kami selalu sempatkan untuk nyekar ke makam orang tua dan kakek-nenek. Ini bentuk penghormatan dan doa kami untuk mereka yang telah mendahului,” kata Samsul.


Ribuan perantau asal Madura rela menempuh perjalanan panjang dan macet demi bisa merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman. Foto iNewsSurabaya/rizal

Toron juga menjadi ajang memperluas silaturahmi. Tidak sedikit warga yang memanfaatkan momen ini untuk bersua dengan kerabat jauh yang jarang bertemu karena kesibukan di perantauan.

Tradisi Toron yang berlangsung setiap Hari Raya Idul Adha menunjukkan betapa kuatnya nilai kekeluargaan dan spiritualitas dalam budaya masyarakat Madura. Meski harus menempuh kemacetan panjang dan antrean kendaraan, semangat untuk kembali ke akar dan merayakan hari besar bersama keluarga tetap menjadi prioritas utama.

 

 

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network