Dengan anggota aktif yang telah mencapai 3.000 orang di 38 kabupaten/kota, HIPMI Jatim menargetkan pertumbuhan jumlah anggota hingga 6.000 orang pada 2028, mayoritas dari sektor UMKM seperti food and beverage, teknologi, dan jasa kreatif.
Sekitar 60% anggota HIPMI Jatim adalah pelaku UMKM skala kecil. Namun, 40% lainnya yang berada di level menengah juga menjadi fokus pengembangan organisasi. Menurut Salim, mendorong pengusaha menengah untuk naik kelas akan memberikan multiplier effect pada ekonomi daerah.
“Ketika pelaku usaha naik kelas, nilai ekonomi daerah ikut terdongkrak. Inilah kenapa kami memprioritaskan akses pada tiga hal penting: izin usaha, akses perbankan, dan ekspansi pasar,” jelasnya.
Selain dua agenda utama, HIPMI Jatim juga akan melantik pengurus HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT) tingkat Bakorda. Langkah ini mencerminkan komitmen organisasi dalam menumbuhkan jiwa entrepreneur sejak di bangku kuliah.
Program unggulan seperti Business Challenge akan diluncurkan untuk menyeleksi dan membina ide bisnis mahasiswa yang potensial. Pemenang akan mendapatkan akses pembiayaan dan kesempatan kolaborasi dengan pengusaha HIPMI.
Ketua OC Rakerda dan Forbisda, Septrianto Maulana, menyebut seluruh rangkaian kegiatan telah siap 100%. Hingga pertengahan Oktober, lebih dari 450 peserta dari seluruh Jatim telah mendaftarkan diri, termasuk seluruh 38 BPC HIPMI kabupaten/kota.
Acara akan diawali dengan sidang Rakerda pagi hari, dilanjutkan Forbisda dan sesi business matching, dan ditutup dengan pengesahan program BPD HIPMI Jatim.
Tokoh-tokoh penting juga dijadwalkan hadir, termasuk:
- Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020–2024
- Perwakilan Danantara, untuk membagikan insight terkini tentang peluang ekonomi daerah
Dengan tema “Muda, Mandiri, dan Berdaya untuk Mewujudkan UMKM Jawa Timur Naik Kelas”, kegiatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi pascapandemi dan daya beli masyarakat yang menurun.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Jika sektor ini bergerak, maka lapangan kerja terbuka dan ekonomi daerah bisa bangkit lebih cepat,” tutup Rian, sapaan akrab Septrianto Maulana.
Rakerda dan Forbisda 2025 bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momen strategis dalam mendorong UMKM naik kelas secara nyata. Dengan strategi yang terstruktur, jaringan kolaboratif, dan pendekatan berbasis solusi, HIPMI Jawa Timur membuktikan bahwa pengusaha muda bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
