Tiga Langkah Strategis untuk Pemkot Surabaya
Agar Suroboyo Bus dapat meningkatkan kepercayaan publik, Intan menyarankan Pemerintah Kota Surabaya melakukan tiga langkah strategis.
Pertama, menambah frekuensi armada terutama pada jam sibuk. "Penambahan jumlah bus pada pagi dan sore hari tepatnya pada rush hour akan mengurangi waktu tunggu yang saat ini kerap mencapai 20–40 menit. Dengan frekuensi lebih tinggi, kepadatan penumpang bisa lebih merata, mencegah antrean panjang di halte, serta mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik," ujarnya.
Kedua, mengadakan pelatihan safety driving secara berkala serta membangun sistem pemantauan kinerja pengemudi. "Standar keselamatan pengemudi perlu ditingkatkan melalui pelatihan berkala atau bisa distandarisasi ulang. Sistem pemantauan kinerja berbasis GPS, kamera pengawas atau dapat juga berbasis laporan evaluasi penumpang dengan survei atau pengisian kuesioner secara online," sarannya.
Menurut Intan, data-data tersebut dapat digunakan untuk menilai perilaku mengemudi, mencegah manuver ugal-ugalan, dan meningkatkan rasa aman penumpang.
Ketiga, melakukan audit halte dan rute serta kondisi bus agar relevan dengan mobilitas warga. "Pemeriksaan menyeluruh terhadap halte dan rute akan memastikan posisi halte strategis, fasilitas pendukung seperti peneduh, pencahayaan dan papan informasi lengkap, serta rute yang efektif menjangkau kawasan padat penduduk," tegasnya.
Audit berkala, lanjut Intan, juga dapat mengidentifikasi titik-titik rawan antrean dan menyesuaikan penempatan bus agar distribusi penumpang lebih merata. "Kondisi fasilitas bus juga harus diperhatikan agar penumpang dapat nyaman saat berada di dalam bus," tambahnya.
Intan menutup dengan harapan, "Dengan implementasi langkah-langkah ini, Suroboyo Bus berpotensi berkembang menjadi sistem transportasi publik yang modern, aman, nyaman, dan benar-benar dapat diandalkan. Dengan adanya Suroboyo Bus diharapkan dapat mendorong masyarakat Surabaya untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi." Tambah Intan
Penulis: Intan Fitria Itsnaini ( Mahasiswa Ilmu Informasi dan Perpustakaan UNAIR Surabaya)
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
