Budaya "Tahan Lelah" yang Dinormalisasi
Masalah kedua adalah normalisasi budaya "tahan lelah" di lingkungan kampus. Di banyak jurusan kesehatan, lelah dianggap hal biasa. Bahkan muncul budaya bangga: bangga begadang demi laporan, bangga kuat menghadapi jadwal padat, bangga makan tidak teratur karena sibuk praktikum.
"Tanpa disadari, budaya ini mendorong mahasiswa memaksakan diri dan menganggap batas tubuh itu fleksibel. Padahal, kita mempelajari bahwa kurang tidur mengganggu hormon, stres kronis berdampak pada imunitas, dan tubuh butuh ritme stabil. Tetapi lingkungan tempat belajar justru tidak mendukung terciptanya ritme itu," kata Farah.
Menurutnya, penting untuk mengubah narasi bahwa istirahat adalah kebutuhan, bukan kelemahan. Komunitas atau kelompok belajar perlu saling mengingatkan untuk menjaga keseimbangan hidup, bukan hanya nilai akademik.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
