JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Langkah besar dilakukan PT Pegadaian bersama PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT Mandiri Sekuritas, dan CIMB. Keempat institusi tersebut resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menghadirkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas pertama di Indonesia, Senin (1/12). Terobosan ini menjadi momentum penting bagi perkembangan investasi emas berbasis pasar modal di Tanah Air.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan bahwa emas masih menjadi primadona karena risikonya rendah, likuid, dan mudah diakses baik secara fisik maupun digital.
“Kami menyambut inisiatif BRI Manajemen Investasi sebagai pionir ETF emas di Indonesia. Pegadaian siap memperluas ekosistem Bank Emas untuk mendorong pertumbuhan dan mengEMASkan Indonesia,” ujarnya.
Kolaborasi ini melahirkan rantai layanan emas yang terintegrasi, mulai dari penyediaan emas, pengelolaan, penyimpanan aman oleh Pegadaian, hingga mekanisme perdagangan yang efisien di bursa.
Kepala Divisi Bisnis Bulion Pegadaian, Kadek Eva Suputra, menjelaskan bahwa ETF emas menawarkan berbagai kelebihan yang tidak dimiliki produk emas konvensional. Beberapa keunggulan utamanya antara lain:
1. Harga Real-Time Selama Jam Bursa
Investor dapat memantau pergerakan harga secara langsung layaknya saham, sehingga keputusan transaksi lebih akurat.
2. Spread Lebih Tipis dan Kompetitif
Selisih beli-jual lebih efisien dibandingkan emas fisik, membuat potensi keuntungan lebih optimal.
3. Transaksi Serba Digital
Investor bisa membeli atau menjual ETF secara online tanpa perlu menyimpan emas fisik di rumah.
4. Dikelola Secara Profesional
Produk diawasi Manajer Investasi dan Bank Kustodian, memberi rasa aman bagi investor pemula maupun berpengalaman.
5. Risiko Lebih Rendah, Akses Lebih Mudah
Berbasis komoditas emas, ETF ini menawarkan stabilitas nilai sekaligus fleksibilitas perdagangan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
