MOJOKERTO, iNewsSurabaya.id – Budaya menikmati kopi terus berkembang, tidak sekadar menjadi kebiasaan minum, tetapi juga bagian dari gaya hidup.
Apresiasi terhadap kopi kini mencakup pemahaman tentang jenis biji, proses pengolahan, teknik penyeduhan, hingga karakter rasa yang dihasilkan.
Penikmat kopi pun beragam, mulai dari penggemar kopi hitam seperti espresso dan manual brew, hingga penikmat kopi susu dan minuman campuran yang mencari kenyamanan serta suasana kafe untuk bersantai.
Perbedaan antara pecinta kopi dan penikmat kopi terletak pada tingkat keterlibatan dan pemahaman. Pecinta kopi umumnya menikmati kopi sebagai minuman harian tanpa banyak mempertimbangkan proses.
Sementara penikmat kopi cenderung mendalami asal-usul biji, metode seduh, hingga menikmati rasa kopi secara alami tanpa tambahan gula atau susu. Bagi penikmat kopi, minum kopi adalah sebuah ritual dan eksplorasi cita rasa.
Pemilik kafe Gartenhutte di kawasan Trawas, Mojokerto, Dewanda Ramadhan, mengatakan setiap kopi memiliki karakter dan preferensi tersendiri bagi penikmatnya. Ia mengaku lebih menyukai kopi hitam dengan metode filter.
“Saya pribadi lebih suka kopi hitam yang difilter, diseduh dengan rasio cukup panjang, sekitar 1:15 sampai 1:19 antara kopi dan air,” ujar Dewanda, Jumat (2/1/2026).
Ia juga berbagi pengalaman terkait kekhawatiran pemula yang takut kopi berdampak pada asam lambung. Menurutnya, cara pengolahan dan penyeduhan kopi sangat berpengaruh.
“Bagi pemula, yang terpenting itu prosesnya. Kalau kopi diproses dan diseduh dengan benar, menurut saya tidak terlalu berpengaruh pada asam lambung. Saya sendiri pernah mengalami GERD,” ungkapnya.
Salah satu pencapaian yang menjadi kebanggaan Dewanda adalah ketika ia dan timnya mampu menyajikan kopi hasil proses menyeluruh, mulai dari menanam biji kopi di kebun sendiri, memanen, hingga menyeduhnya untuk pengunjung kafe.
Meski demikian, Dewanda mengakui varian kopi susu masih menjadi pilihan utama pengunjung. Menu kopi susu gula aren dan butterscotch tercatat sebagai produk terlaris yang banyak diminati, termasuk oleh pengunjung dari luar Kabupaten Mojokerto.
“Untuk pemula, biasanya mereka memilih kopi dingin atau es kopi. Rasanya lebih segar, tidak terlalu pahit, dan terasa ringan serta manis,” jelasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
