Pemprov Jatim Inisiasi Alih Status SLB Swasta Jadi Negeri, Dimulai dari Surabaya

Lukman Hakim
Kadindik Jatim Aries Agung Paewai (kanan) saat mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tiga dari kanan) meresmikan SLB Karya Mulia sebagai SLB negeri pertama di Surabaya. Foto : Surabaya.iNews.id/ist.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus memperkuat layanan pendidikan khusus melalui pengembangan Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri di berbagai daerah. Saat ini, Jatim memiliki sekitar 147 SLB negeri dan lebih dari 1.500 SLB swasta yang tersebar di seluruh wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, dari seluruh wilayah di Jatim masih terdapat sekitar lima daerah yang belum memiliki SLB negeri. Karena itu, Pemprov Jatim menginisiasi alih status SLB swasta menjadi SLB negeri, dimulai dari Surabaya.

“Kami sudah melakukan kerja sama dengan yayasan pemilik SLB untuk dialihkan menjadi SLB negeri. Tujuannya agar beban yang selama ini ditanggung yayasan bisa diambil alih pemerintah,” ujar Aries, Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, pengalihan status tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi peserta didik, mulai dari pembebasan biaya pendidikan hingga penambahan fasilitas penunjang pembelajaran.

“Dengan menjadi SLB negeri, siswa bisa mendapatkan layanan pendidikan secara gratis, fasilitasnya lebih lengkap, dan dukungan pemerintah juga lebih maksimal. Harapannya, model ini bisa diterapkan di daerah lain yang belum memiliki SLB negeri,” jelasnya.

Aries menambahkan, sekolah luar biasa masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Karena itu, pada tahun 2025 hingga 2026, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jatim tetap konsisten memberikan bantuan rehabilitasi dan revitalisasi bagi SLB.

“Kami ingin pendidikan khusus ini tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada penguatan kompetensi dan keterampilan siswa,” katanya.

Ia mencontohkan, sejumlah SLB di Jatim telah membuka berbagai jurusan keterampilan seperti tata boga, kecantikan, tata busana, dan bidang vokasional lainnya untuk membekali siswa agar lebih mandiri. “Ini bagian dari upaya menyukseskan pendidikan inklusi yang diinisiasi oleh pemerintah pusat dan Pemprov Jatim,” imbuhnya.

Terkait alih status SLB swasta ke negeri, Aries menyebutkan saat ini terdapat lima SLB yang sedang dalam proses administrasi. Namun, SLB-B Karya Mulia Surabaya telah tuntas beralih status menjadi SLB negeri.

Lebih lanjut, Aries mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyekolahkan anak berkebutuhan khusus di SLB. Ia memastikan tenaga pendidik dan fasilitas di SLB sudah dibekali kompetensi yang memadai.

“Guru-guru di SLB sudah memiliki kompetensi khusus, fasilitasnya juga lengkap. Jangan sampai anak dipaksakan masuk sekolah umum, tetapi justru tidak terlayani dengan baik karena keterbatasan guru dan sarana,” tegasnya.

Meski demikian, ia menegaskan pendidikan inklusi di sekolah umum tetap diberikan sesuai amanat undang-undang. Namun, penerapannya harus disesuaikan dengan kapasitas sekolah.

“Sekolah umum tetap kami beri porsi untuk pendidikan inklusi, tapi tidak boleh dipaksakan. Jika jumlah siswa dan keterbatasan guru sudah tidak memungkinkan, maka pendidikan khusus di SLB adalah pilihan yang paling tepat demi kualitas pendidikan anak,” pungkas Aries.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network