Kawah Ijen Hanya Boleh Dikunjungi 2.000 Orang Tiap Hari, Wisatawan Wajib Booking secara Online

Siswanto
Kunjungan ke TWA Kawah Ijen Banyuwangi dibatasi maksimal 2.000 orang per hari. Wisatawan diwajibkan cek kuota dan pesan tiket secara online demi keselamatan. Foto Surabaya. iNews.id/siswanto

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Pesona biru Kawah Ijen memang selalu menggoda, terutama saat musim liburan. Namun, demi menjaga keselamatan wisatawan sekaligus kelestarian alam, pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, memberlakukan pembatasan kunjungan maksimal 2.000 orang per hari.

Kebijakan ini diterapkan menyusul kondisi kawah yang masih aktif mengeluarkan asap. Langkah pembatasan diambil sebagai bentuk antisipasi agar aktivitas wisata tetap berjalan aman dan terkendali, tanpa mengabaikan faktor keselamatan pengunjung.

Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, menjelaskan bahwa pengaturan jumlah wisatawan dilakukan melalui sistem pemesanan tiket secara daring (online booking).

“Jika kuota harian sudah terpenuhi, aplikasi booking otomatis akan menolak pendaftaran calon pengunjung,” ujarnya.


Kunjungan ke TWA Kawah Ijen Banyuwangi dibatasi maksimal 2.000 orang per hari. Wisatawan diwajibkan cek kuota dan pesan tiket secara online demi keselamatan. Foto Surabaya. iNews.id/siswanto

Menurut Dwi, sistem kuota ini tidak hanya untuk membatasi jumlah wisatawan, tetapi juga mencegah penumpukan di jalur pendakian maupun area kawah yang berpotensi menimbulkan risiko, terutama saat kondisi alam kurang bersahabat.

Selain itu, pembatasan jumlah pengunjung dinilai mempermudah petugas dalam melakukan pengawasan serta pengendalian situasi apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.

Pengelola pun mengimbau wisatawan agar mengecek ketersediaan kuota melalui aplikasi resmi sebelum berangkat menuju kawasan Kawah Ijen. Wisatawan juga diminta mematuhi seluruh aturan keselamatan, termasuk penggunaan masker dan mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan wisata.

Selama periode libur panjang, kunjungan wisatawan domestik tercatat sangat mendominasi. Dari total 8.952 pengunjung, sebanyak 91,8 persen atau 8.223 orang merupakan wisatawan dalam negeri. Sementara wisatawan mancanegara hanya menyumbang sekitar 8,2 persen dari total kunjungan.

Puncak kunjungan terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025, dengan total 1.243 wisatawan. Lonjakan signifikan juga tercatat saat Hari Raya Natal, ketika jumlah pengunjung mencapai 808 orang, jauh di atas rata-rata kunjungan harian yang biasanya berada di kisaran 300 hingga 500 orang.

Memasuki akhir tahun, jumlah wisatawan mulai menurun. Setelah puncak kunjungan pada 27–28 Desember 2025, angka kunjungan menurun pada 29 dan 30 Desember, hingga mencapai titik terendah kedua pada malam Tahun Baru, 31 Desember, dengan 591 pengunjung.

“Penurunan ini wajar karena masyarakat cenderung mempersiapkan perayaan malam tahun baru di lokasi lain,” ungkap Dwi.

Menariknya, setelah pergantian tahun, jumlah wisatawan kembali meningkat. Pada hari pertama Tahun Baru, kunjungan ke TWA Kawah Ijen tercatat 744 orang, menandakan antusiasme masyarakat untuk memulai tahun dengan berwisata alam.

Untuk memastikan keselamatan, BBKSDA Jawa Timur secara rutin memberikan informasi kepada pengunjung dan pelaku wisata melalui pengeras suara terkait SOP pendakian, termasuk adanya peningkatan aktivitas tremor dari dasar kawah.

Petugas juga mengingatkan wisatawan agar selalu waspada terhadap potensi keluarnya gas berbahaya, longsor dinding kawah, serta tetap menjaga batas aman kunjungan, yakni 500 meter sebelum dasar kawah.

Selain aspek keselamatan, pengelola turut menaruh perhatian pada kebersihan kawasan. Petugas membagikan kantong sampah kepada pengunjung dan pelaku wisata di titik awal pendakian, serta memastikan seluruh sampah dibawa kembali turun dari kawasan wisata.

“Petugas juga melakukan pengamanan di area Kalipait yang saat ini ditutup untuk kunjungan, sekaligus memastikan tidak ada wisatawan yang menerobos area terlarang,” tegas Dwi Putro Sugiarto.

Dengan penerapan sistem kuota, pengawasan ketat, serta kesadaran wisatawan, diharapkan Kawah Ijen tetap menjadi destinasi unggulan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network