Perjuangan para peserta belum berhenti di babak final. Mereka yang berhasil lolos akan kembali bertarung di Grand Final Komperasia 2026 untuk memperebutkan Medali Emas, Perak, dan Perunggu, uang pembinaan, serta hadiah utama berupa field trip edukatif ke Thailand dan Singapura.
“Anak-anak yang masuk Grand Final adalah pelajar hebat yang telah melewati seleksi ketat. Mereka belajar tentang keberanian, konsistensi, dan kepercayaan diri,” tambah Richi.
Berdasarkan data panitia, Matematika menjadi mata pelajaran dengan jumlah peserta terbanyak, disusul Bahasa Inggris, Sains, dan IPS. Minat tinggi ini menunjukkan meningkatnya ketertarikan pelajar terhadap kemampuan logika dan pemecahan masalah.
Salah satu finalis termuda, Jawahirul Ulum (7), siswa kelas 1 SDN Bancaran 3 Bangkalan, Jawa Timur, menjadi contoh semangat pantang menyerah. Bocah yang akrab disapa Irul ini kembali mengikuti Komperasia setelah gagal meraih kemenangan tahun lalu.
“Saya pilih Matematika karena seru dan gampang. Tahun lalu belum menang, sekarang mau coba lagi. Semoga bisa masuk Grand Final,” ucap Irul sambil tersenyum polos.
Sebagai lembaga pendamping pendidikan, Andima Smarthouse secara konsisten menghadirkan program kompetisi, pelatihan, dan pendampingan belajar untuk meningkatkan kualitas akademik pelajar. Ke depan, Andima Smarthouse juga menargetkan perluasan kerja sama internasional serta rencana pendirian institusi pendidikan tingkat universitas.
Dengan partisipasi ribuan pelajar dari berbagai daerah, Komperasia 2026 menjadi bukti nyata bahwa semangat berprestasi dan kecintaan terhadap pendidikan berkualitas terus tumbuh di kalangan generasi muda Indonesia.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
