Ingin Investasi Emas Digital? Ini Trik Aman agar Aset Tetap Terjaga

Arif Ardliyanto
Ilustrasi, sebelum investasi emas digital, pastikan platform diawasi OJK dan memiliki emas fisik. Simak trik aman menjaga nilai aset Anda. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas kembali menjadi “pelabuhan aman” bagi banyak orang. Harganya yang terus menanjak membuat masyarakat melirik investasi emas, tak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga digital yang kini bisa diakses hanya lewat ponsel.

Kemudahan inilah yang membuat investasi emas digital kian diminati. Namun, di balik kepraktisan tersebut, ada risiko besar yang tak boleh diabaikan. Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan penutupan sebuah platform investasi emas di salah satu negara Asia. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp30 triliun dan berdampak pada sekitar 150.000 nasabah.

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa investasi bukan semata soal keuntungan, melainkan soal kepercayaan. Angka saldo yang terlihat di layar aplikasi tidak selalu menjamin keamanan aset di dunia nyata. Tanpa legalitas dan jaminan fisik yang jelas, investasi justru bisa berubah menjadi mimpi buruk.

Agar investasi emas digital benar-benar memberikan rasa aman dan bukan sekadar janji manis, ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memulai.

Legalitas Jadi Fondasi Utama

Langkah pertama yang tak boleh ditawar adalah memastikan izin operasional platform investasi. Di Indonesia, investasi emas digital harus berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Legalitas ini menjadi benteng perlindungan jika di kemudian hari muncul masalah hukum atau sengketa.

Emas Harus Benar-Benar Ada

Tak sedikit investor terlena dengan saldo digital tanpa pernah memastikan keberadaan emas fisiknya. Platform terpercaya wajib menjamin kepemilikan emas riil dengan rasio 1:1. Artinya, setiap gram emas yang tercatat di aplikasi harus benar-benar ada dan tersimpan aman di brankas penyimpanan. Tanpa itu, investor berisiko hanya memiliki “emas di atas kertas”.

Harga Transparan, Tanpa Kejutan

Dalam investasi emas, selisih harga beli dan jual atau spread adalah hal wajar. Namun, spread yang terlalu lebar dan biaya tersembunyi patut diwaspadai. Platform yang sehat akan menampilkan harga secara real-time dan transparan, sehingga investor bisa menghitung potensi keuntungan maupun risiko dengan jelas sejak awal.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network