Bahkan dalam beberapa kasus, satu pembeli dapat memesan lebih dari satu unit kendaraan sekaligus karena satu titik dapur operasional umumnya membutuhkan minimal dua unit armada pick up untuk distribusi.
“Setiap titik dapur biasanya minimal membutuhkan dua unit armada. Ada juga yang pesan sampai delapan atau sepuluh unit karena dia mengelola beberapa titik sekaligus,” ujarnya.
Wiyarso menegaskan, dalam program MBG tidak ada kewajiban menggunakan merek kendaraan tertentu. Pengelola dapur bebas menentukan armada yang akan digunakan, termasuk merek kendaraan maupun karoserinya.
“Tidak ada kewajiban harus memakai merek tertentu. Mereka bisa memilih sendiri kendaraan yang digunakan sesuai kebutuhan operasional,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
