GRESIK, iNewsSurabaya.id – Upaya mendekatkan dunia kampus dengan kehidupan nyata masyarakat kembali dilakukan di Jawa Timur. Kali ini, warga Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, bersiap menjadi ruang belajar hidup bagi mahasiswa.
Melalui kerja sama resmi yang terjalin antara Universitas Wijaya Putra (UWP) dan Pemerintah Desa Pengalangan, mahasiswa tidak hanya akan belajar teori di kelas, tetapi langsung terjun membantu menyelesaikan persoalan warga.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) yang digelar di Aula Balai Desa Pengalangan, Kamis (2/4/2026). Momen ini menjadi awal kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam skala yang lebih konkret.
Rektor UWP, Budi Endarto, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata menghadirkan manfaat riset bagi masyarakat.
“Mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara akademik. Mereka harus punya kepekaan sosial. Desa Pengalangan akan menjadi laboratorium hidup untuk belajar sekaligus mengabdi,” ujarnya.
Kerja sama ini mencakup tiga program utama yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Pertama, program Kuliah Kerja Nyata (KKN), di mana mahasiswa akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, membantu menyelesaikan persoalan sehari-hari.
Kedua, program Innovillage dari Telkom yang mendorong mahasiswa menciptakan solusi berbasis teknologi. Salah satu fokusnya adalah pengembangan Internet of Things (IoT) untuk mendukung produktivitas perkebunan cabai milik warga.
Ketiga, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh dosen, yang meliputi riset terapan, penyuluhan, hingga pendampingan teknis bagi masyarakat desa.
Dekan Fakultas Teknik UWP, Ong Andre Wahyu Riyanto, menyebut Innovillage menjadi salah satu program unggulan dalam kolaborasi ini. Ia memastikan tim dosen dan mahasiswa telah disiapkan untuk mendukung implementasi teknologi di sektor pertanian desa.
Di sisi lain, Kepala Desa Pengalangan, Ahyar Abdul Mutholib, menyambut hangat kerja sama tersebut. Ia melihat kolaborasi ini sebagai peluang besar untuk mempercepat pembangunan desa.
“Kami punya banyak potensi, tapi masih terbatas dari sisi SDM dan teknologi. Kehadiran mahasiswa dan dosen ini menjadi angin segar bagi kami,” ungkapnya.
Suasana penandatanganan berlangsung hangat dan penuh harapan. Acara ditutup dengan diskusi antara pihak kampus dan perangkat desa, membahas langkah teknis agar program bisa segera dijalankan.
Ke depan, sinergi ini diharapkan tidak hanya berdampak bagi Desa Pengalangan, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
