SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan di 30 kabupaten pada 12 provinsi di Indonesia, pada Rabu (3/6/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan salah satu Asta Cita Presiden RI 2024–2029, yakni memperkuat kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, dan ekonomi.
Melalui hilirisasi komoditas perkebunan, pemerintah berupaya meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, mengurangi kemiskinan, menekan ketergantungan impor, mendorong ekspor, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejumlah komoditas strategis menjadi fokus program hilirisasi, antara lain tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Ali Jamil, menegaskan bahwa hilirisasi sektor perkebunan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
“Gerakan tanam serentak ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung hilirisasi perkebunan dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan serta kemandirian ekonomi bangsa,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Bupati Subang yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya pengembangan tebu sebagai salah satu komoditas unggulan nasional.
Menurutnya, PT SGN terus berupaya memperkuat industri gula nasional melalui peningkatan produktivitas tebu, penguatan kemitraan dengan petani, serta pengembangan industri gula yang lebih kompetitif.
“PT SGN siap berperan aktif dalam mendukung hilirisasi industri tebu nasional melalui peningkatan produktivitas, penguatan kemitraan dengan petani, serta pengembangan industri gula yang berdaya saing. Gerakan tanam serentak ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya swasembada gula nasional,” kata Mahmudi.
Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, program hilirisasi komoditas perkebunan diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani, mendorong pertumbuhan industri berbasis perkebunan, serta memperkuat kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian nasional.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
