Pacu Ekonomi Lokal, BGN Dorong Dapur MBG Belanja dari Petani dan UMKM Magetan

Arif Ardliyanto
Badan Gizi Nasional mendorong dapur MBG membeli bahan pangan dari petani, peternak, dan UMKM Magetan agar manfaat program dirasakan langsung oleh masyarakat. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Menanggapi kondisi itu, BGN mendorong terbentuknya kemitraan yang lebih kuat antara dapur MBG atau SPPG dengan para petani, peternak, koperasi, serta UMKM setempat agar hasil produksi lokal dapat terserap secara maksimal.

"Kami ingin membangun ekosistem yang saling menguntungkan. Ketika dapur MBG membeli bahan pangan dari petani, peternak, koperasi, dan UMKM setempat, maka roda ekonomi daerah akan bergerak lebih cepat dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan," jelasnya.

Model kemitraan serupa sebelumnya telah diterapkan di sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat. Hasilnya menunjukkan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyambut baik penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, keberadaan program tersebut menjadi peluang besar bagi petani, peternak, hingga pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar.

"Kami mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis karena manfaatnya sangat besar, baik untuk peningkatan gizi masyarakat maupun penguatan ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Magetan juga telah menyiapkan satu gedung strategis di sebelah Alun-Alun Magetan yang akan digunakan sebagai sekretariat dan kantor khusus MBG," kata Nanik Endang Rusminiarti.

Ia menambahkan, sebagai kabupaten dengan luas wilayah relatif kecil, Magetan memiliki potensi besar dalam membangun sistem distribusi pangan yang efektif untuk mendukung keberhasilan program nasional tersebut.

Saat ini, Program Makan Bergizi Gratis memasuki fase baru yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Data Badan Gizi Nasional per 30 Mei 2026 menunjukkan jumlah relawan yang bertugas di SPPG telah mencapai 1,3 juta orang. Sementara penerima manfaat program tercatat sebanyak 62,78 juta orang dengan total pemasok mencapai 146.817 pihak.

Dari jumlah pemasok tersebut, sebanyak 61.834 merupakan pelaku UMKM dan 13.514 berasal dari koperasi. Angka tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring perluasan cakupan Program MBG di seluruh Indonesia.

Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa sebagian besar anggaran MBG berputar langsung di tengah masyarakat melalui pembelian bahan baku lokal dan operasional dapur MBG.

"Inilah yang menjadi kekuatan Program MBG. Selain meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik, program ini juga menciptakan efek ekonomi berganda yang mampu menggerakkan ekonomi akar rumput dan membuka peluang kerja bagi masyarakat," tegasnya.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network