Tidak hanya menghadirkan layanan transaksi dan pendanaan, kedua pihak juga sepakat memperluas kolaborasi dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, penelitian bersama, dukungan sarana pendidikan hingga program pemberdayaan masyarakat.
BTN berharap kehadirannya di lingkungan kampus mampu mempercepat digitalisasi layanan pendidikan sekaligus mendukung aktivitas akademik dan penelitian yang lebih efisien.
Dalam kesempatan yang sama, Nixon juga memberikan kuliah umum bertajuk “Financial Glow Up for Gen Z” yang diikuti ratusan mahasiswa Unair. Ia menyoroti tantangan finansial yang dihadapi Generasi Z, kelompok demografi terbesar di Indonesia yang saat ini mencapai hampir seperempat jumlah penduduk nasional.
Menurutnya, sebanyak 64 persen Gen Z Indonesia mengalami stres finansial. Kondisi tersebut memicu fenomena doom spending atau perilaku belanja impulsif akibat kekhawatiran terhadap masa depan.
"Kenaikan biaya hidup, keinginan untuk merasa lebih baik secara emosional, hingga utang konsumtif menjadi faktor utama yang mendorong perilaku tersebut," jelasnya.
Nixon menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam mengelola keuangan. Ia mengingatkan bahwa tabungan dan investasi seharusnya menjadi prioritas yang disisihkan sejak awal menerima pendapatan, bukan sekadar sisa dari pengeluaran.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk memiliki tujuan keuangan yang jelas, baik jangka pendek, menengah maupun panjang, serta membangun dana darurat dengan nilai ideal tiga hingga dua belas kali pengeluaran bulanan.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda lebih bijak dalam menggunakan instrumen pinjaman dan tidak mudah terpengaruh informasi keuangan yang beredar di media sosial.
“Gen Z sangat dipengaruhi influencer finansial, namun hanya sebagian kecil yang melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima. Karena itu penting untuk tetap kritis sebelum mengambil keputusan keuangan,” katanya.
Nixon memperkenalkan konsep Soft Saving, yakni strategi menabung yang tetap memberikan ruang bagi kebutuhan hiburan dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tujuan keuangan jangka panjang.
Untuk mendukung kebutuhan digital generasi muda, BTN telah mengembangkan SuperApp Bale by BTN. Hingga Mei 2026, aplikasi tersebut telah digunakan oleh 4,22 juta pengguna dengan total 51,5 juta transaksi senilai Rp55,45 triliun.
Mayoritas pengguna Bale by BTN berasal dari kalangan Milenial dan Gen Z, dengan fitur pembayaran QRIS menjadi layanan yang paling banyak dimanfaatkan. BTN juga terus memperluas jaringan Digital Store di berbagai lokasi strategis guna menghadirkan pengalaman layanan perbankan digital yang lebih cepat dan praktis.
Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga Prof Dr Muhammad Madyan menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan sektor perbankan menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ia menilai layanan keuangan berbasis digital sangat relevan dengan karakter mahasiswa saat ini yang telah terbiasa menggunakan teknologi dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
“Mahasiswa sekarang sangat dekat dengan teknologi digital. Karena itu, kehadiran layanan perbankan digital menjadi kebutuhan yang relevan dan mendukung aktivitas akademik mereka,” ujar Madyan.
Kolaborasi BTN dan Unair diharapkan menjadi model kemitraan antara dunia pendidikan dan industri keuangan dalam menciptakan ekosistem kampus yang modern, inklusif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
