SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar Java Coffee & Flavor Fest (JCFF) 2026 di Alun-Alun Surabaya.
Ajang tahunan ini berlangsung pada 17–19 Juli 2026. JCFF menjadi etalase kekayaan kopi, rempah, dan cokelat dari Pulau Jawa. JCFF 2026 merupakan rangkaian Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, yang akan digelar Bank Indonesia di Jakarta sebagai puncak promosi produk unggulan dan ekonomi kreatif nasional.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim, Ridzky Prihadi Tjahyanto, mengatakan pengembangan industri kopi menjadi salah satu fokus Bank Indonesia. Pasalnya, sebagian besar pelakunya berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
“Kami ingin mendorong pelaku usaha kopi tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga naik kelas hingga mampu menembus pasar ekspor. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia mencapai sekitar 60 persen, termasuk di dalamnya UMKM kopi," ujar Ridzky, Jumat (17/7/2026).
JCFF merupakan salah satu High Level Event (HLE) Bank Indonesia. Tujuannya, memperkenalkan nilai, sejarah, dan filosofi kopi Jawa sekaligus memperkuat ekosistem komoditas unggulan berorientasi ekspor.
Ridzky mengatakan, kopi Jawa bukan sekadar memiliki cita rasa khas, tetapi juga menyimpan nilai budaya, sejarah, dan ekonomi yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. "Kopi Jawa memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional," katanya.
Melalui festival ini, Bank Indonesia menargetkan kopi, rempah, dan cokelat asal Pulau Jawa semakin dikenal sebagai komoditas unggulan nasional sekaligus memiliki daya saing di pasar ekspor.
Selain itu, penyelenggaraan JCFF juga diharapkan mampu memperkuat posisi Alun-Alun Surabaya sebagai destinasi wisata heritage yang memadukan nilai sejarah, budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Beragam kegiatan akan digelar selama tiga hari penyelenggaraan. Mulai dari pameran produk unggulan, business matching, edukasi, hingga forum kolaborasi yang mempertemukan petani, pelaku UMKM, industri kreatif, akademisi, investor, dan berbagai pemangku kepentingan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
