SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Keberadaan pengepul barang bekas atau yang dikenal sebagai rombeng selama ini sering dipandang sebagai bagian dari sektor informal yang kurang mendapat perhatian. Namun, di balik aktivitas tersebut, mereka memiliki kontribusi besar dalam mendukung ekonomi sirkular dengan memperpanjang usia pakai berbagai produk, terutama di industri otomotif.
Pandangan itu disampaikan calon Guru Besar Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Prof. Dian Retno Sari Dewi, melalui penelitian mengenai transformasi product-service system dalam rantai pasok (supply chain) untuk menciptakan industri yang lebih berkelanjutan.
Menurut Dian, Indonesia hingga kini belum memiliki sistem closed-loop supply chain atau pusat pengembalian dan daur ulang produk yang terintegrasi seperti di sejumlah negara maju. Akibatnya, proses pemanfaatan kembali barang bekas masih banyak bergantung pada jaringan pelaku usaha sektor informal.
"Hasil wawancara kami dengan sejumlah pimpinan industri otomotif menunjukkan mereka belum memiliki recycle center yang terintegrasi. Peran itu justru dijalankan oleh sektor informal atau rombeng," ujarnya usai konferensi pers di Kampus UKWMS, Selasa (4/8/2026).
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
