Khofifah mengatakan dukungan tenaga kesehatan dari Jatim juga akan diperkuat. Tim dokter tambahan dijadwalkan berangkat pada 22 Agustus 2026 untuk membantu penanganan korban gempa.
Tim kesehatan Jatim saat ini telah bergabung dengan rumah sakit darurat yang dikoordinasikan Kementerian Kesehatan. Koordinasi tersebut dilakukan agar bantuan tenaga kesehatan dan obat-obatan dapat diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pemprov Jatim juga membuka kemungkinan menambah personel kesehatan apabila kebutuhan di wilayah terdampak meningkat.
Sebanyak 14 rumah sakit yang berada dalam koordinasi Pemprov Jatim telah disiapkan untuk mendukung penanganan, baik melalui dokter, tenaga medis, paramedis maupun penyediaan obat-obatan.
“Mereka sudah support obat-obatan sesuai dengan yang diidentifikasi oleh dokter yang sudah lebih dulu sampai sana. Jadi kita akan melihat kebutuhannya, katakan kalau dokter spesialis apa, kalau perawat berapa orang,” jelas Khofifah.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
