Ia menilai Muktamar ke-35 harus menjadi momentum konsolidasi dan islah bagi seluruh elemen NU. Perbedaan pilihan dalam Muktamar, kata Wildan, merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, proses pemilihan harus tetap menjaga marwah NU dan memastikan pemimpin yang terpilih memiliki legitimasi kuat.
“Muktamar yang bermartabat bukanlah Muktamar yang memastikan kemenangan seseorang, melainkan Muktamar yang memastikan kehormatan semua pihak dan kemenangan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
