Audit Jadi Bahan Evaluasi Kesiapan SAR
I Made Oka Astawa menegaskan, pelaksanaan audit tidak hanya menjadi agenda pengawasan, tetapi juga kesempatan bagi jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi untuk melihat kembali pelaksanaan tugas yang selama ini berjalan.
Menurut dia, evaluasi diperlukan agar setiap prosedur yang diterapkan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan tetap berada dalam koridor ketentuan yang berlaku.
“Audit ini menjadi momentum bagi kami untuk memastikan setiap prosedur dan pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan nantinya juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta kualitas pelayanan SAR kepada masyarakat.
“Kami siap menerima setiap masukan dan rekomendasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan penyelenggaraan SAR yang profesional, modern, dan teruji,” tegasnya.
Setelah agenda pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan dan audit terhadap sejumlah aspek keselamatan navigasi penerbangan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi.
Melalui audit tersebut, koordinasi antara Basarnas dan Kementerian Perhubungan diharapkan semakin kuat. Sinergi kedua lembaga dinilai penting untuk mendukung keselamatan penerbangan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dalam memberikan layanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat.
Dengan adanya evaluasi secara berkala, penyelenggaraan operasi SAR diharapkan tidak hanya semakin siap secara operasional, tetapi juga mampu memenuhi aspek keselamatan dan standar pelayanan yang diperlukan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
