Petani Tebu Jadi Penentu Swasembada Gula Indonesia

Lukman Hakim
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyampaikan sambutan dalam rangkaian kegiatan South East Asia Sugar Summit (SEASS). (Foto : istimewa).

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Ambisi Indonesia mewujudkan swasembada gula bergantung pada kemampuan pabrik meningkatkan produksi. 

Tak hanya itu, penguatan sektor hulu, terutama produktivitas dan kesejahteraan petani tebu rakyat, juga menjadi faktor penting dalam membangun industri gula nasional yang berdaya saing.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN), Mahmudi, saat menjadi keynote speaker dalam ajang South East Asia Sugar Summit (SEASS) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta. 

Dalam forum industri gula berskala internasional tersebut, Mahmudi menyampaikan sejumlah perspektif strategis mengenai perkembangan industri gula Indonesia. 

Pembahasannya mencakup tantangan peningkatan produktivitas, penguatan ekosistem pergulaan, serta pentingnya transformasi dan inovasi untuk meningkatkan daya saing industri.

Menurut Mahmudi, penguatan ekosistem tebu rakyat menjadi salah satu aspek penting dalam upaya tersebut. Pasalnya, keberlanjutan industri gula tidak hanya ditentukan kapasitas pengolahan di pabrik, tetapi juga membutuhkan dukungan pasokan bahan baku tebu yang produktif dan berkelanjutan dari sektor hulu.

“Karena itu, pengembangan industri gula perlu dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari peningkatan produktivitas perkebunan tebu, penguatan hubungan dengan petani, hingga optimalisasi operasional pabrik dan pemanfaatan teknologi,” katanya, Sabtu (7/11/2026).

Pihaknya akan terus mendorong transformasi perusahaan melalui penguatan operasional, peningkatan produktivitas, pengembangan ekosistem tebu rakyat, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi. 

“Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai industri gula nasional sekaligus mendukung upaya mewujudkan swasembada gula Indonesia,” jelasnya.

SEASS 2026 sendiri menjadi forum pertemuan para pemangku kepentingan industri gula dari berbagai negara. Kegiatan ini mempertemukan pimpinan perusahaan gula, pelaku industri, pemerintah, asosiasi, akademisi, investor, hingga penyedia teknologi dari kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Ketua Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Budi Hidayat, menjelaskan SEASS menjadi platform strategis untuk mempertemukan para pemimpin dan profesional industri gula. 

“Melalui konferensi, diskusi, dan pameran, forum tersebut membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan jejaring bisnis, pengenalan teknologi, serta pembahasan berbagai tantangan industri gula global,” katanya. 

SEASS 2026 juga dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Heru Tri Widarto. Kehadiran unsur pemerintah dan pelaku industri dari berbagai negara diharapkan memperkuat komunikasi serta kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan industri pergulaan.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network