Bikin Penasaran! Busana Modern Ini Dipamerkan di Tengah Koleksi Arca Museum Nasional

Hendro Djatmiko
Wahyu Keprabon tampil di Dewi Fashion Knight 2026. Kolaborasi Studio Jeje Homme dan Bie Hin Tailor memadukan warisan budaya dengan fashion modern. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Kekayaan budaya Indonesia terus menemukan cara baru untuk tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Salah satunya melalui dunia fashion yang mampu mengolah nilai-nilai tradisi menjadi karya modern tanpa menghilangkan identitas dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Semangat tersebut terlihat dalam koleksi Wahyu Keprabon yang ditampilkan pada ajang Dewi Fashion Knight 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Koleksi hasil kolaborasi Studio Jeje Homme dan Bie Hin Tailor ini menghadirkan interpretasi warisan budaya melalui rancangan busana kontemporer.

Mengusung tema traditional heritage, Wahyu Keprabon tidak sekadar menawarkan tampilan busana yang menarik. Koleksi ini membawa pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya melalui kreativitas, keterampilan, serta inovasi yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Sebanyak 12 tampilan busana diperkenalkan dalam presentasi yang melibatkan stylist Rama. Kolaborasi tersebut memadukan keahlian konstruksi dan tailoring dari Bie Hin Tailor dengan eksplorasi desain serta gagasan kreatif Studio Jeje Homme bersama Rama.

Setiap rancangan melewati proses pengerjaan yang mengutamakan ketelitian. Mulai dari pemilihan konstruksi, pembentukan potongan, hingga penyelesaian detail busana, seluruhnya menjadi bagian penting dalam menerjemahkan ide kreatif menjadi karya yang dapat dikenakan.

Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa industri fashion tidak hanya bertumpu pada kreativitas desain. Keterampilan tangan, penguasaan teknik, dan ketepatan pengerjaan juga memiliki peran besar dalam menghasilkan karya yang memiliki karakter.

Ada hal menarik dari cara koleksi Wahyu Keprabon diperkenalkan kepada pengunjung. Jika peragaan busana umumnya menggunakan panggung catwalk, presentasi kali ini justru mengusung pendekatan instalasi visual.

Para model dan muse menampilkan busana dalam ruang yang telah ditata secara khusus. Format tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat setiap rancangan dari jarak lebih dekat, termasuk memperhatikan detail konstruksi dan karakter masing-masing busana.

Pengalaman visual semakin kuat ketika para model dan muse diarahkan menuju ruang arca Museum Nasional Indonesia. Deretan benda bersejarah menjadi latar yang mempertemukan peninggalan masa lalu dengan ekspresi kreatif masa kini.

Kehadiran busana kontemporer di tengah koleksi arca menciptakan dialog visual lintas generasi. Warisan sejarah tidak hanya menjadi objek yang dipajang dan dikenang, tetapi juga sumber inspirasi bagi lahirnya karya baru.

Morgan Oey dan Jourdy Pranata turut mengambil bagian sebagai muse dalam presentasi tersebut. Kehadiran keduanya memberikan karakter tersendiri dalam memperkenalkan koleksi yang mengangkat hubungan antara tradisi, identitas, dan perkembangan fashion modern.

Owner Bie Hin Tailor, Abraham Setiawan, mengungkapkan kebahagiaannya dapat terlibat dalam Dewi Fashion Knight 2026 melalui kolaborasi bersama Studio Jeje Homme.

Menurut Abraham, kesempatan tersebut bukan hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan koleksi busana, tetapi juga menunjukkan pentingnya craftsmanship atau keterampilan pengerjaan dalam industri fashion.

Dia menilai, sebuah karya busana tidak cukup hanya mengandalkan konsep dan desain yang menarik. Ide tersebut harus didukung kemampuan teknis agar dapat diwujudkan menjadi pakaian dengan konstruksi dan detail yang tepat.

“Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari Dewi Fashion Knight 2026 melalui kolaborasi bersama Studio Jeje Homme. Bagi kami, kesempatan ini bukan hanya tentang menghadirkan sebuah koleksi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan craftsmanship dan kemampuan tailoring dalam industri fashion yang lebih luas,” ujar Abraham.

Melalui Wahyu Keprabon, kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa keterampilan tailoring tetap memiliki tempat penting di tengah perkembangan industri fashion yang semakin dinamis.

Lebih dari sekadar presentasi busana, koleksi ini menjadi gambaran bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi sebelumnya tetap bisa dipertahankan sekaligus dikembangkan melalui pendekatan kreatif yang lebih dekat dengan masyarakat masa kini.

Pesan yang dibawa Wahyu Keprabon pun melampaui dunia fashion. Pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan dengan mempertahankan bentuk aslinya di ruang penyimpanan atau museum. Memberikan ruang bagi warisan tradisi untuk terus diinterpretasikan melalui karya kreatif juga menjadi cara menjaga identitas budaya agar tetap dikenal dan hidup lintas generasi.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network